Pariwisata Kalbar Didorong Makin Profesional dan Berdaya Saing

  • 27 Agt 2026 21:12 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Pembangunan sektor pariwisata Kalimantan Barat merupakan strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
  • Pengembangan pariwisata memerlukan dukungan sumber daya manusia yang profesional dan terlatih agar dapat memberikan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkualitas kepada wisatawan.
  • Diskusi pembangunan pariwisata Kalbar melibatkan kolaborasi antara Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalbar dan Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Kalbar untuk memperkuat potensi budaya dan ekonomi kreatif.

RRI.CO.ID, Pontianak — Pembangunan sektor pariwisata di Kalimantan Barat (Kalbar) dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat potensi budaya dan ekonomi kreatif masyarakat. Pengembangan pariwisata juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang profesional agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi pembangunan pariwisata Kalbar bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalbar dan Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Kalbar.

Salah satu agenda yang dibahas ialah penyusunan rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Pedoman Penyelenggaraan Pramuwisata. Kalbar sebelumnya telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pramuwisata yang kemudian direvisi melalui Perda Nomor 2 Tahun 2023. Namun, aturan tersebut belum diturunkan dalam bentuk Pergub sebagai pedoman penyelenggaraan pramuwisata.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disporapar Provinsi Kalbar, Rita Hastarita, S.Sos., M.Si, mengatakan keberadaan Pergub tersebut diharapkan memberikan kepastian sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Dengan dirancangnya Pergub tentang pedoman penyelenggaraan pramuwisata nantinya akan membuka lapangan kerja dan menampung tenaga kerja sebanyak 1.000 s.d. 1.500 orang,” kata Rita Hastarita, Kamis, 27 Agustus 2026.

Selain regulasi, diskusi juga menyoroti penertiban pemandu wisata ilegal, pembenahan izin pemanduan, serta pengaturan penerbitan Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata (KTPP). Kebutuhan pemandu bersertifikat dinilai semakin besar, mulai dari pemandu wisata alam, budaya, sejarah hingga wisata gunung.

Kalbar memiliki sejumlah destinasi unggulan yang dapat terus dikembangkan, seperti Taman Nasional Danau Sentarum, Taman Nasional Gunung Palung, Temajuk di Kabupaten Sambas, Singkawang, kawasan wisata budaya di Kota Pontianak, serta berbagai destinasi alam dan budaya lainnya.

"Peran pramuwisata tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kepada wisatawan. Keberadaan mereka turut menggerakkan sektor pendukung, seperti transportasi, kuliner, penginapan, suvenir, serta ekonomi kreatif. Pemandu juga dapat memperkenalkan produk lokal sehingga memberikan peluang peningkatan pendapatan bagi perajin dan pelaku UMKM di sekitar destinasi wisata," ungkap Rita.

Dari ASTINDO Kalbar, muncul harapan agar lama tinggal wisatawan di Kalbar dapat diperpanjang. Salah satu upayanya ialah menghadirkan atraksi wisata di sejumlah rumah adat di Kota Pontianak sehingga wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk menikmati destinasi lokal.

Pembenahan fasilitas juga menjadi perhatian, terutama kondisi sejumlah rest area yang dinilai belum memenuhi standar. Selain itu, diperlukan penyusunan Kalbar Tour Guide, yakni panduan destinasi wisata yang telah dikurasi untuk menjadi pedoman pramuwisata ketika membawa wisatawan.

Pengembangan pariwisata juga diarahkan pada pemenuhan standar wisata halal oleh pengelola destinasi dan pelaku usaha, termasuk sektor kuliner. Kota Pontianak juga dinilai memiliki peluang melalui pengembangan kampung wisata.

Para pemangku kepentingan turut mendorong penyelenggaraan event-event berskala besar yang mampu menarik wisatawan mancanegara. Dengan promosi, atraksi, fasilitas, dan pelayanan yang semakin baik, Kalbar diharapkan mampu meningkatkan daya tarik sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan.

Penguatan regulasi pramuwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembenahan destinasi menjadi bagian penting agar pembangunan pariwisata Kalbar tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....