Mengapa Mangrove Kalbar Begitu Berharga? Ini Jenis-Jenisnya

  • 27 Jul 2026 08:43 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Hutan mangrove menjadi benteng alami yang menjaga pesisir Kalimantan Barat dari ancaman abrasi, gelombang pasang, hingga intrusi air laut. Lebih dari itu, ekosistem ini merupakan habitat penting bagi ikan, kepiting, udang, burung, dan berbagai biota lainnya yang menopang kehidupan masyarakat pesisir. Keberadaan mangrove juga berperan besar dalam menyerap dan menyimpan karbon, sehingga menjadi salah satu solusi alami untuk menghadapi perubahan iklim.

Kalimantan Barat memiliki keanekaragaman mangrove yang tinggi. Hasil penelitian di wilayah pesisir Desa Sungai Nibung, Kabupaten Kubu Raya, mencatat sedikitnya 18 spesies mangrove. Jenis yang paling dominan antara lain Rhizophora (bakau), Avicennia (api-api), Bruguiera (tumu), Sonneratia (pedada), serta Nypa fruticans (nipah). Penelitian tersebut juga menemukan Bruguiera hainesii, spesies yang berstatus Critically Endangered atau sangat terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) , sehingga memerlukan perhatian serius dalam upaya konservasi.

Di Kabupaten Sambas, penelitian lain juga menemukan beragam jenis mangrove, seperti Avicennia marina, Avicennia alba, Rhizophora apiculata, Bruguiera cylindrica, Sonneratia caseolaris, hingga tumbuhan asosiasi mangrove seperti Acanthus ilicifolius. Kekayaan hayati tersebut menunjukkan bahwa pesisir Kalimantan Barat merupakan salah satu kawasan penting bagi keberlangsungan ekosistem mangrove di Indonesia.

Ketua Kelompok Pelestari Lingkungan Buih Muara Sungai Kupah, Rudi Hartono, menegaskan bahwa menjaga mangrove sama artinya dengan menjaga masa depan masyarakat pesisir.

"Mangrove bukan hanya pohon di tepi pantai. Mangrove adalah pelindung kampung, tempat berkembang biaknya ikan dan kepiting, sekaligus warisan yang harus kita jaga agar tetap dinikmati generasi mendatang," ujar Rudi Hartono, Minggu, 26 Juli 2026.

Menurutnya, pelestarian mangrove harus menjadi tanggung jawab bersama melalui penanaman kembali, pengawasan terhadap alih fungsi lahan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ekosistem pesisir.

Dengan kekayaan jenis yang dimiliki Kalimantan Barat, mangrove bukan sekadar vegetasi pantai, melainkan aset ekologis yang menentukan keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Upaya konservasi yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi kunci agar hutan mangrove tetap lestari dan terus memberikan manfaat bagi kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....