Perbatasan Kalbar Dinilai Kunci Kebangkitan Pariwisata

  • 15 Jun 2026 22:47 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Potensi wisata perbatasan Kalimantan Barat dinilai besar, namun memerlukan agenda berkelanjutan agar mampu menarik wisatawan domestik. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebenarnya telah memiliki landasan kuat untuk pengembangan sektor pariwisata melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan.

Salah satu kawasan yang masuk dalam prioritas pengembangan adalah Temajuk, Kabupaten Sambas, yang telah didukung berbagai infrastruktur wisata seperti rumah tamu, pantai, hingga festival penyu yang pernah rutin digelar setiap dua tahun.

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak, Erdi Abidin, menilai regulasi tersebut sudah cukup baik. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah menghadirkan kegiatan wisata yang berkelanjutan sehingga mampu menciptakan arus kunjungan secara konsisten.

Ia mencontohkan keberhasilan Kota Kyoto yang dikenal hampir tidak pernah sepi dari berbagai festival dan kegiatan budaya. Kondisi tersebut membuat masyarakat dan wisatawan terus berdatangan ke berbagai pusat aktivitas.

“Di Kota Kyoto di Jepang itu setiap hari ada festival, sehingga orang berkumpul di tempat-tempat tersebut. Nah, kita bisa menciptakan hal serupa dengan menjadikan kawasan perbatasan sebagai simpul wisata,” ujarnya di Pontianak, Senin, 15 Juni 2026.

Erdi menjelaskan, Kalimantan Barat memiliki sedikitnya tiga pintu masuk utama melalui jalur darat yang berpotensi menjadi penggerak pariwisata, yakni kawasan perbatasan di Sambas, Sanggau, dan Bengkayang. Selain itu terdapat jalur strategis lainnya melalui Putussibau yang dapat diintegrasikan dalam pengembangan destinasi wisata lintas wilayah.

Menurutnya, pemerintah dapat menyusun rangkaian kegiatan wisata selama beberapa hari yang menghubungkan berbagai destinasi dan agenda budaya di kawasan perbatasan. Langkah tersebut diyakini mampu memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Erdi mengungkapkan, gagasan pengembangan pariwisata berbasis kawasan perbatasan juga pernah ia tuangkan dalam sebuah buku yang diterbitkan pada 2024. Buku tersebut membahas potensi peningkatan pendapatan asli daerah melalui penguatan kawasan perbatasan di Sambas, Sanggau, dan Bengkayang.

Ia menilai daya tarik alam Kalimantan Barat sejatinya sudah sangat mendukung untuk menjadi tujuan wisata unggulan. Namun, diperlukan terobosan berupa penyelenggaraan event rutin, penyusunan paket wisata terpadu, serta strategi promosi yang berkelanjutan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kalau itu sudah bisa kita lakukan, Insya Allah wisatawan akan datang. Alam kita sangat mendukung, tinggal bagaimana menghadirkan kegiatan yang membuat orang tertarik berkunjung,” katanya.

Dengan dukungan akses perbatasan yang semakin baik dan infrastruktur yang terus berkembang, kawasan perbatasan Kalimantan Barat dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi motor baru pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....