Wisata Pulau Lemukutan Masuki Fase Pertumbuhan Signifikan

  • 01 Mei 2026 16:59 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Bengkayang — Camat Sungai Raya Kepulauan, Usman Yahya, menyebut perkembangan pariwisata di Pulau Lemukutan saat ini telah memasuki fase pertumbuhan atau growth. Kondisi ini terlihat dari meningkatnya aktivitas wisata dalam kurun waktu sekitar sepuluh tahun terakhir.

Menurut Usman, geliat pariwisata tersebut turut mendorong pertumbuhan pelaku usaha di sektor pendukung, khususnya homestay atau penginapan bagi wisatawan. Jika sebelumnya kawasan seperti Teluk Cina belum memiliki fasilitas penginapan, kini jumlahnya terus bertambah seiring meningkatnya kunjungan.

Ia menjelaskan, perkembangan ini sejalan dengan konsep Tourism Area Life Cycle (TALC) Butler, yang membagi tahapan destinasi wisata mulai dari pertumbuhan, kedewasaan, hingga penurunan.

“Sepuluh tahun lalu belum ada homestay di kawasan tersebut, masih bergantung pada rumah warga di daratan. Sekarang sudah berkembang cukup signifikan,” ujar Usman, Kamis (30/4/2026).

Lebih lanjut, Usman menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menyikapi perkembangan wisata, terutama dalam menghadapi keberagaman karakter wisatawan yang datang. Ia menilai masyarakat Lemukutan cukup adaptif dalam menerima perubahan tersebut.

“Kalau tidak disikapi dengan bijak, bisa menjadi bumerang. Tapi sejauh ini masyarakat cukup terbuka,” tambahnya.

Peningkatan jumlah wisatawan juga berdampak pada perubahan ekonomi masyarakat. Warga yang sebelumnya bergantung pada sektor perikanan, kini mulai beralih ke sektor jasa, seperti penyediaan homestay dengan variasi harga dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per malam.

“Nah, melonjaknya wisatawan seperti ini juga membawa dampak bagi perekonomian masyarakat juga. Dan pola masyarakat juga sudah berubah. Kemarin yang dahulunya mereka adalah nelayan, lebih kepada mengandalkan bagan dan perahu-perahunya. Sekarang mereka menjadi pelaku wisata, pelaku usaha, pelaku industri wisata dengan menyediakan homestay dari sederhana hingga berkelas,” jelasnya.

Usman menegaskan, pihaknya terus mendorong perangkat desa dan masyarakat untuk menjaga kenyamanan, keamanan, serta kondusivitas kawasan wisata. Hal ini dinilai penting agar wisatawan memperoleh kesan positif dan tertarik untuk kembali berkunjung ke Pulau Lemukutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....