Desa Les, Sentra Garam Tradisonal di Bali
- 15 Sep 2025 16:21 WIB
- Pontianak
KBRN, Buleleng: Jurnalis Kalimantan Barat berkesempatan untuk mengunjungi Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, dalam rangkaian kegiatan Capacity Building Media Massa Kalimantan Barat, Sabtu (13/9/2025). Pada kesempatan ini para jurnalis dikenalkan dengan pesona keindahan dari Desa Wisata Les yang berhasil meraih penghargaan Desa Wisata Terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2024.
Desa ini meraih penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas daya tarik alam dan budaya, termasuk wisata alam seperti air terjun dan wisata bawah laut. Namun, yang juga menjadi daya tarik dari Desa Les ini, yaitu menjadi tempat sentra pembuatan garam tradisional. Penduduk di Desa Les, selain mengandalkan mata pencahariannya sebagai petani, mereka juga merupakan petani garam laut.
Salah satu penduduk setempat, Sri Anggraini mengatakan bahwa untuk menghasilkan garam yang bagus, harus bergantung pada cuaca yang mendukung, lebih tepatnya saat cuaca cerah.
“Bisa jadi gagal, karena kalau hujan, dia kan mengkristal nih, lalu kena air, dia akan meleleh, gagal udah,“ ujar Sri.
Sementara proses untuk produksi garam yang diinginkan, dibutuhkan waktu selama tiga hari. “Prosesnya tiga hari kalau cuacanya bagus,“ katanya.
Ia melanjutkan, yang menjadi pembeda garam dari Desa Les dengan garam di tempat lain itu terletak pada kondisi geografisnya. Untuk garam di Desa Les memiliki rasa yang gurih karena kandungan umaminya yang tinggi, dan menghasilkan cita rasa yang enak untuk masakan. Sri mengatakan dalam tiga hari, garam yang dapat dihasilkan di desanya mencapai sekitar 60 Kg (satu karung 20 kg).
Sementara itu, Ketua Bumdes Giri Segara, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Ketut Agus Winaya menjelaskan bahwa petani setempat biasanya melaksanakan panen raya pada bulan Agustus hingga Oktober.
“Jadi, biasanya panen raya itu di Agustus sampai dengan Oktober, bahkan ada yang panen yang biasa dalam tiga hari, ini bisa dalam dua hari sudah bisa panen karena cuaca panas yang mendukung,“ ucap Ketut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....