Bangkit dari Musibah, Iqbal Sukses Rintis Usaha Es Gembul
- 17 Jul 2026 20:15 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Memulai usaha dari titik nol akibat musibah kebakaran rumah rupanya gagal mematahkan semangat juang Muhammad Iqbal. Pemuda tangguh ini sukses bangkit dan jeli menangkap peluang bisnis di tengah teriknya cuaca Kota Pontianak lewat rintisan usaha "Minuman Gembul Kekinian" atau Es Gembul.
Kisah tersebut diulas dalam program obrolan Bejajak-Teras UMKM, di RRI Pro 4 Pontianak, Kamis, 16 Juli 2026.
Di hadapan penyiar, pria yang akrab disapa Bang Iqbal ini menceritakan titik balik kehidupannya. Setelah tiga tahun mengelola konter pulsa, ia harus merelakan usahanya gulung tikar akibat musibah kebakaran. Tanpa membuang waktu larut dalam kesedihan, Iqbal memutar otak dan merintis kedai minuman sejak awal tahun 2025.
"Cuaca Pontianak yang panas berdengkang (sangat terik) siang dan malam menjadi alasan terkuat saya memilih jualan es. Semua orang pasti butuh minum dan kesegaran instan," ujar Iqbal membagikan motivasi awalnya.
Berlokasi di Jalan Profesor M. Yamin, tepatnya di sisi kiri jalan sebelum Batas Kota Baru, kedai Es Gembul menawarkan beragam kesegaran praktis. Menu andalannya mencakup Es Jeruk Peras, Teh Es Jumbo, Matcha, hingga aneka minuman rasa cokelat.
Menariknya, Iqbal menerapkan strategi jam operasional yang adaptif. Ia melayani pembeli mulai pukul 10.00 WIB pagi hingga pukul 03.00 WIB subuh demi mengakomodasi kebutuhan Generasi Z yang kerap beraktivitas hingga larut malam.
Meski omzet harian perlahan menunjukkan tren positif selama setahun terakhir, Iqbal mengakui adanya rintangan operasional yang cukup berat. Lonjakan harga bahan baku, khususnya kemasan gelas plastik, membuat para pelaku UMKM minuman di Pontianak kelabakan.
Kondisi tersebut memaksanya menyesuaikan harga jual Teh Es Jumbo dari Rp3.000 menjadi Rp4.000. Keluhan serupa turut diamini oleh Imran Ahmad, sesama pedagang minuman asal Parit Masigi yang bergabung melalui sambungan telepon interaktif. Imran menyebut harga satu pak kantong plastik melonjak tajam dari Rp5.000 menjadi Rp7.000.
Kendati himpitan harga modal makin mencekik, Iqbal tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Ia konsisten menyediakan porsi dengan takaran khusus seharga Rp2.000 bagi anak-anak sekolah yang memiliki sisa uang jajan pas-pasan. Menurutnya, berdagang harus selalu mengedepankan pelayanan prima dan niat berbagi rezeki.
Ke depannya, Iqbal berharap pemerintah dapat segera merumuskan solusi untuk menstabilkan harga bahan baku kemasan bagi pelaku UMKM. Sembari konsisten menjaga keberlangsungan kedai Es Gembul miliknya, pemuda lajang ini juga tengah menyusun rencana ekspansi untuk menambahkan menu kudapan ala angkringan dan membuka pintu lebar bagi hadirnya investor baru.
Baca juga: Mahasiswa Pontianak Gugat Standar Gender yang Membunuh Potensi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....