Cerita UMKM Nasi Bakar Beromzet Harian Satu Juta

  • 04 Des 2025 13:03 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Berawal dari rasa penasaran sang anak, menjadi awal lahirnya usaha nasi bakar liwet yang kini ramai diburu pelanggan. Nova Sri Wahyuningsih, pemilik merek “Nasi Liwet Bakar”, menjelaskan bahwa bisnis yang ia jalankan enam bulan terakhir ini tumbuh dari percobaan sederhana di rumah.

Dalam siaran Bejaja’ RRI Pro4 Pontianak, Kamis (4/12/2025), yang dipandu Budiman Taher, Nova mengenang bagaimana mulanya menduplikasi pesanan anaknya yang tidak puas dengan nasi bakar yang dibeli di luar. “Ceritanya waktu itu anak kan pernah beli nasi bakar. Jadi, kami coba lah buat di rumah sendiri tuh, coba pakai nasi liwet. Efek enak, ya udah lah jual, terinspirasi dari situ,” ujarnya.

Sejak Juni 2025 lalu, ia terus memperluas produksi sambil mempertahankan rasa gurih khas nasi liwet yang menjadi pembeda produknya. Selain ayam suwir, ia juga menambah varian tongkol suwir yang mendapat respons positif dari pelanggan. Menurutnya, pemilihan nasi liwet pun bukan tanpa alasan.

“Kalau nasi biasa itu cuma kayak biasa kita makan. Ini nasi liwet kan udah gurih, udah berasa, tambah ayam suwir atau tongkol suwir,” ucapnya.

Nova mempelajari resepnya secara otodidak melalui platform digital. “Belajar dengar-dengar di YouTube lah, lihat, coba-coba, dan di modifikasi juga,” tuturnya sambil tersenyum.

Tak hanya itu, kualitas bahan baku juga menjadi fokus utama. Ia selalu menggunakan ayam segar bagian dada serta beras premium bambu hijau agar teksturnya lembut dan konsisten.

“Kami memang pakai ayam yang segar, bukan yang bekuan. Berasnya juga bambu hijau, yang lembut,” katanya, menjelaskan.

Meski tanpa lapak tetap, penjualan Kak Nova tergolong tinggi. Setiap hari ia memproduksi hingga 100 bungkus dan menitipkannya di beberapa titik, terutama di kawasan Pancasila. “Sehari di situ bisa 40–50, alhamdulillah rata-rata habis,” katanya.

Dengan harga Rp10.000 per bungkus, menu sederhana ini justru menjadi favorit pelanggan dari berbagai kalangan, terutama untuk sarapan. Nova menuturkan, “Karena ini konsepnya sarapan, biasanya untuk anak. Tapi orang kantor juga banyak yang beli. Sepuluh ribu udah makan enak.”

Promosi ia lakukan lewat Facebook, Instagram, TikTok, serta jaringan pertemanan. Pemesanan untuk acara keluarga atau arisan juga terus berdatangan.

“Kalau pesan banyak, biasanya kita diskon atau tambahkan isinya, dapat bonus juga, dan Alhamdulillah omset kotor per hari bisa mencapai kurang lebih 1 jutaan,” katanya, mengakhiri sesi siaran.

Baca juga: Lapak Kuliner Tenda Harapan Dorong Kemajuan UMKM Pontianak

Rekomendasi Berita