Buah Tangan dari Anyaman Akar Keladi Air Kapuas
- 14 Mar 2025 14:36 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Anyaman akar keladi air dari tepian Sungai Kapuas kini menjadi buah tangan khas yang banyak diminati. Berkat keunikan dan nilai estetikanya, kerajinan ini tak hanya dikenal di Kalimantan Barat, tetapi juga sudah merambah pasar nasional hingga pameran internasional.
Radiana, pengrajin sekaligus pemilik usaha Nani Liana, mengaku mendapatkan akar keladi air dari warga yang mencarinya di pohon sekitar Sungai Kapuas. Semakin tinggi pohon tempatnya menumpang, semakin panjang akar yang bisa diolah menjadi beragam produk.
Untuk saat ini, rumah produksi yang dijalankan oleh Radiana telah merilis berbagai produk berbahan dasar akar keladi air, mulai dari goodie bag, tempat sirih pinang, bunga hias, hingga tempat tisu. Semua produk tersebut bisa disesuaikan dengan permintaan pelanggan.
"Untuk harganya beragam, paling murah puluhan ribu rupiah," ujar Radiana, Rabu (12/3/2025).
Usaha ini bukanlah bisnis baru. Berawal dari sang nenek sejak 1989, kemudian diteruskan oleh ibunya, kini Radiana menjadi generasi ketiga yang melanjutkan tradisi anyaman akar keladi air. Seiring waktu, kerajinan ini semakin berkembang dan memiliki pasar yang luas.
"Pasarnya sudah menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan kami pernah ikut pameran di Malaysia," katanya.
Di tingkat lokal, produk anyaman akar keladi air juga cukup diminati, terutama oleh instansi dan dinas-dinas di Kalimantan Barat. Produk ini sering dijadikan cenderamata untuk tamu penting karena dianggap sebagai salah satu produk unggulan daerah.
Meski permintaan terus meningkat, keterbatasan tenaga kerja masih menjadi tantangan. Dengan lima karyawan, produksi masih terbatas di belasan tas dalam sehari.
"Jujur saja, kami belum bisa sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasar," kata Radiana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....