Selalu Mengomentari Orang? Saatnya Introspeksi Diri
- 22 Jul 2026 10:33 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Ustadz Habib Muhammad dalam kajian tausiyahnya di media sosial mengingatkan bahwa kebiasaan mengomentari kehidupan orang lain sering kali lahir karena kurangnya kesibukan dalam memperbaiki diri. Dalam Islam, setiap lisan akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap kata yang diucapkan.
Bergosip mungkin terasa menyenangkan sesaat, tetapi dapat merusak persaudaraan dan menghapus keberkahan dalam hidup. Karena itu, jauhilah orang-orang yang gemar menyebarkan aib dan membicarakan keburukan sesama.
Lebih baik kehilangan teman yang mengajak kepada gosip daripada kehilangan rahmat Allah karena menjaga pergaulan yang salah. Pertemanan yang baik adalah yang mengingatkan kepada kebaikan, bukan kepada dosa.
Seorang Muslim yang bijak akan lebih sibuk memperbaiki akhlaknya daripada mencari kekurangan orang lain. Hati yang bersih akan melahirkan lisan yang lembut dan ucapan yang menenangkan.
Jagalah lisan sebagaimana kita menjaga ibadah, sebab satu kalimat dapat menjadi penyebab datangnya pahala atau dosa. Diam dari perkataan yang tidak bermanfaat sering kali lebih mulia daripada berbicara tanpa manfaat.
Jika melihat kesalahan saudara, doakan ia agar Allah memberikan hidayah, bukan menjadikannya bahan cerita. Menutup aib sesama merupakan akhlak mulia yang dicintai Allah dan mempererat ukhuwah.
Gunakan lisan untuk mengingat Allah, menebar nasihat, dan menyampaikan kebaikan, bukan untuk menghakimi sesama. Kejar ridha Allah dalam setiap ucapan, karena rahmat-Nya jauh lebih berharga daripada pengakuan atau pertemanan yang membawa kepada maksiat. Wallahu'alam Bishawab!
Baca juga: Tidak Saling Menuntut, tetapi Saling Menguatkan dalam Ibadah
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....