Hidup tanpa Utang dalam Pandangan Agama Buddha

  • 04 Jul 2026 05:42 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID,Pontianak - Susiyanti penyuluh agama Buddha Kota Singkawang dalam acara Hikmah Pagi RRI Pro 4 Pontianak, Sabtu, 4 Juli 2026 menjelaskan bahwa dalam ajaran Buddha, kehidupan yang sederhana, penuh kesadaran, dan bebas dari beban yang tidak perlu merupakan salah satu jalan menuju kebahagiaan batin. Hidup tanpa hutang bukan sekadar persoalan keuangan, melainkan bagian dari upaya menjaga ketenangan pikiran dan kebebasan hati.

Seseorang yang mampu mengelola penghasilannya dengan bijaksana akan terhindar dari kecemasan akibat kewajiban yang menumpuk. Ajaran Buddha mendorong umatnya untuk hidup sesuai kemampuan, menghindari keserakahan, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Dalam kehidupan sehari-hari, utang yang diambil tanpa pertimbangan matang dapat menimbulkan tekanan batin, kegelisahan, bahkan memengaruhi hubungan dengan keluarga maupun lingkungan. Karena itu, kebijaksanaan (paññā) menjadi pedoman agar setiap keputusan finansial dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Agama Buddha juga mengajarkan pentingnya ketekunan bekerja, kejujuran mencari nafkah, dan kebiasaan menabung untuk menghadapi masa depan. Dengan cara tersebut, seseorang belajar membangun kehidupan yang mandiri tanpa bergantung pada kemewahan atau gaya hidup yang melebihi kemampuan.

Ketika hati tidak dibebani rasa cemas karena hutang, pikiran menjadi lebih jernih untuk mengembangkan cinta kasih (metta), welas asih (karuṇa), dan rasa syukur. Kedamaian sejati tumbuh dari batin yang mampu menerima kehidupan apa adanya serta tidak dikuasai oleh nafsu untuk selalu memiliki lebih banyak.

Hidup tanpa hutang bukan berarti menolak segala bentuk bantuan atau kerja sama, melainkan mengutamakan tanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil. Sikap disiplin, kesederhanaan, dan pengendalian diri merupakan bekal penting agar kehidupan berjalan harmonis dan penuh keseimbangan.

Kedamaian hati lahir ketika seseorang mampu hidup sesuai kemampuan, mengendalikan keinginan, dan bertanggung jawab atas setiap tindakannya. Dalam pandangan Buddha, kekayaan sejati bukanlah banyaknya harta, melainkan batin yang tenang, bebas dari beban, serta dipenuhi kebijaksanaan dan rasa syukur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....