Ketika UKT Menjadi Bayangan Kecemasan bagi Orang Tua
- 08 Jun 2026 09:39 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Besarnya uang kuliah tunggal (UKT) di perguruan tinggi sering kali menjadi sumber kekhawatiran bagi banyak orang tua di Indonesia. Bagi sebagian keluarga, biaya pendidikan tinggi bukan hanya sekadar angka, tetapi beban finansial yang harus dipertimbangkan dengan sangat serius. Ketika anak lulus SMA dan berencana melanjutkan kuliah, orang tua kerap dihadapkan pada dilema antara mendukung pendidikan anak atau menjaga kestabilan ekonomi keluarga.
Ketakutan ini semakin besar terutama pada keluarga dengan penghasilan menengah ke bawah. Meskipun menyadari pentingnya pendidikan tinggi untuk masa depan anak, orang tua sering merasa cemas apakah mereka mampu membayar UKT setiap semester. Kekhawatiran ini tidak hanya muncul pada biaya kuliah itu sendiri, tetapi juga biaya tambahan lain seperti buku, transportasi, tempat tinggal, dan kebutuhan sehari-hari selama masa studi.
Dalam banyak kasus, orang tua juga merasa tertekan secara emosional ketika harus menghadapi kenyataan bahwa biaya pendidikan terus meningkat. Mereka khawatir jika memaksakan anak untuk kuliah, kondisi keuangan keluarga bisa terganggu. Sebaliknya, jika tidak melanjutkan pendidikan, mereka takut anak akan kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dilema ini menciptakan beban psikologis yang cukup berat bagi banyak keluarga.
Selain itu, ketidakpastian ekonomi juga memperkuat rasa cemas tersebut. Kondisi pekerjaan yang tidak selalu stabil, inflasi, serta kebutuhan hidup yang terus meningkat membuat perencanaan biaya pendidikan menjadi semakin sulit. Banyak orang tua yang harus bekerja ekstra keras atau mencari penghasilan tambahan demi memastikan anak mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi.
Meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai program bantuan seperti beasiswa dan keringanan UKT, tidak semua orang tua merasa yakin anak mereka bisa mendapatkannya. Proses seleksi yang kompetitif dan keterbatasan informasi sering kali membuat bantuan tersebut terasa tidak pasti. Akibatnya, sebagian orang tua tetap merasa harus menyiapkan dana besar sebagai antisipasi.
Pada akhirnya, ketakutan orang tua terhadap besarnya UKT mencerminkan betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan anak. Di satu sisi, mereka ingin memberikan yang terbaik, tetapi di sisi lain mereka harus menghadapi realitas ekonomi yang tidak selalu mudah. Oleh karena itu, diperlukan perhatian lebih dari berbagai pihak agar biaya pendidikan tetap terjangkau, sehingga kekhawatiran orang tua tidak lagi menjadi penghalang bagi cita-cita anak-anak mereka.
Baca juga: Saat Luka Batin Mengancam Kehidupan, Kisah Marjane Satrapi sebagai Pengingat
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....