Mitos atau Fakta Nasi Basi karena Sihir

  • 23 Mei 2026 19:18 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Dalam sebuah hajatan, nasi yang cepat basi sering kali membuat panik tuan rumah dan tamu yang hadir. Sebagian orang mengaitkannya dengan hal mistis atau guna-guna, padahal banyak faktor ilmiah yang dapat menjelaskannya.

Secara umum, nasi menjadi basi karena pertumbuhan bakteri akibat suhu lembap dan penyimpanan yang kurang tepat. Memasak dalam jumlah besar tanpa sirkulasi udara baik juga membuat uap tertahan sehingga nasi lebih cepat rusak.

Selain itu, alat masak yang kurang bersih dan tangan yang sering menyentuh makanan dapat mempercepat proses basi. Cuaca panas saat acara berlangsung pun menjadi penyebab umum yang sering tidak disadari masyarakat.

Dalam pandangan Islam, sesuatu sebaiknya dikembalikan kepada sebab yang nyata dan tidak mudah menuduh adanya sihir. Rasulullah mengajarkan umatnya untuk bertawakal, menjaga kebersihan, serta tidak berlebihan dalam prasangka buruk.

Adapun anggapan nasi basi karena guna-guna lebih banyak termasuk mitos yang berkembang di tengah masyarakat. Meski sihir diakui keberadaannya dalam Islam, tidak semua kejadian buruk boleh langsung dikaitkan dengan hal gaib.

Hikmah dari peristiwa ini adalah pentingnya menjaga amanah ketika menyiapkan makanan untuk banyak orang. Kita diajarkan lebih teliti dalam memasak, menyimpan, dan membagikan rezeki agar tetap layak dikonsumsi.

Menyikapi kejadian seperti ini sebaiknya dengan tenang, evaluasi penyebabnya, lalu memperbaiki kekurangan yang ada. Perbanyak doa, dzikir, dan rasa syukur tanpa harus larut dalam ketakutan terhadap hal-hal yang belum tentu benar.

Pada akhirnya, Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar lahir dan kekuatan batin dalam menghadapi masalah. Dengan pikiran yang jernih dan hati yang dekat kepada Allah, setiap musibah dapat menjadi pelajaran berharga dalam kehidupan. Wallahu'alam Bishawab!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....