Nafsu Ibadah tanpa Ilmu Membuat Kehilangan Keseimbangan Hidup

  • 09 Mei 2026 17:17 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID,Pontianak - Ada orang yang begitu semangat beribadah hingga lupa menyapa tetangga dan keluarga di sekitarnya. Padahal Islam mengajarkan bahwa kesalehan bukan hanya tentang sajadah panjang, tetapi juga hati yang peduli kepada sesama.

Ibadah yang baik seharusnya melahirkan akhlak yang lembut dan penuh perhatian terhadap lingkungan sekitar. Jangan sampai rajin ke masjid, tetapi acuh ketika ada tetangga yang sedang kesusahan dan membutuhkan bantuan.

Dalam kehidupan Rasulullah SAW, ibadah selalu berjalan berdampingan dengan kepedulian sosial. Beliau bukan hanya ahli sujud, tetapi juga pribadi yang ringan tangan membantu orang miskin dan menyenangkan hati banyak manusia.

Kadang seseorang terlalu sibuk mengejar amal pribadi hingga lupa menjaga hubungan dengan keluarga sendiri. Padahal senyum kepada orang tua, mendengar keluh pasangan, dan mendidik anak juga termasuk ibadah yang bernilai besar di sisi Allah.

Lingkungan yang nyaman dan damai lahir dari orang-orang yang tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga sosial. Islam melarang umatnya menjadi pribadi yang keras, mudah menghakimi, dan merasa paling benar karena banyak ibadahnya.

Nafsu ibadah tanpa ilmu bisa membuat seseorang kehilangan keseimbangan dalam hidupnya. Allah mencintai hamba yang mampu menunaikan hak-Nya sekaligus menjaga hak manusia dengan penuh tanggung jawab.

Maka jadilah muslim yang rajin beribadah sekaligus peduli terhadap sekitar dan rendah hati kepada siapa pun. Sebab sebaik-baik manusia bukan hanya yang banyak amalnya, tetapi juga yang paling bermanfaat bagi orang lain. Wallahu'alam Bishawab.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....