Tamu Allah yang Pulang Dengan Jiwa Bercahaya

  • 05 Mei 2026 05:32 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID,Pontianak - Ustadz Hamidurrahman dalam acara Hikmah Pagi RRI Pro 4 Pontianak pada Selasa, 5 Mei 2026 mengkaji bahwa menjadi tamu Allah bukan sekadar perjalanan fisik menuju tanah suci, melainkan perjalanan ruhani menuju kedekatan yang hakiki. Ia bukan hanya soal berangkat, tetapi tentang bagaimana pulang dengan hati yang bercahaya dan jiwa yang berubah.

Banyak orang mampu berangkat, namun tidak semua benar-benar “sampai” dalam makna spiritualnya. Karena yang Allah nilai bukan langkah kaki semata, tetapi keikhlasan niat dan kesungguhan hati.

Perjalanan ini mengajarkan bahwa dunia hanyalah sementara dan akhirat adalah tujuan utama. Setiap langkah thawaf, setiap tetes air mata di doa, adalah proses membersihkan diri dari dosa dan kesombongan.

Menjadi tamu Allah berarti belajar merendahkan diri di hadapan-Nya tanpa membawa gelar atau kebanggaan dunia. Semua manusia sama, berpakaian sederhana, berdiri sebagai hamba yang penuh harap akan ampunan.

Sepulang dari sana, tanda keberhasilan bukan pada cerita perjalanan, tetapi pada perubahan sikap dan akhlak. Hati menjadi lebih lembut, lisan lebih terjaga, dan ibadah semakin istiqamah tanpa paksaan.

Cahaya yang dibawa pulang bukan terlihat oleh mata, tetapi dirasakan oleh lingkungan sekitar. Keluarga, tetangga, dan sahabat merasakan kehadiran pribadi yang lebih sabar, jujur, dan penuh kasih.

Maka jadilah tamu Allah yang sejati, bukan hanya yang pergi lalu kembali tanpa makna. Pulanglah dengan cahaya iman yang hidup, agar perjalanan itu menjadi saksi perubahan hingga akhir kehidupan. Wallahu'alam Bishawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....