Bukan Serigala Hanya Memakai Bulu Domba

  • 30 Mar 2026 12:43 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Di tengah hiruk-pikuk kantor pusat perusahaan teknologi ternama, ada seorang pria bernama Arka. Dengan senyum ramah, kemeja lengan pendek kasual, dan kebiasaan membawakan kopi untuk rekan sekantor, ia adalah sosok yang disukai semua orang. Di balik layar komputer, Arka memiliki akun-akun anonim di forum internal perusahaan. Dengan nama samaran "Alpha_Watch", ia dengan cerdik menyebar rumor halus, memutar narasi, dan menjatuhkan kredit rekan kerja yang ia anggap sebagai ancaman bagi posisinya.

Proyek besar sedang digodok, dan promosi jabatan manajer tim terbuka lebar. Kandidat terkuat adalah Sari, programmer brilian dengan ide-ide segar. Arka, yang menginginkan posisi itu, mulai beraksi. Di forum, "Alpha_Watch" mulai mempertanyakan integritas Sari, menyiratkan bahwa data dalam presentasinya diragukan, padahal Arka sendiri yang dengan diam-diam mengacaukan angka-angka tersebut. Ia juga pura-pura menjadi teman Sari, mendengarkan keluh kesahnya tentang tekanan kerja, lalu membocorkannya dengan sudut pandang negatif.

Suasana di kantor berubah perlahan. Pandangan kolega terhadap Sari mulai diwarnai keraguan. Sari, yang merasa dikepung, performanya menurun. Sementara itu, Arka semakin sering tampil sebagai pahlawan yang menyelesaikan masalah yang sebenarnya ia ciptakan sendiri. Ia bahkan membela Sari di rapat, sebuah tindakan yang membuatnya tampak lebih besar hati.

Hingga suatu hari, sistem keamanan digital perusahaan melakukan pemutakhiran. Jejak digital "Alpha_Watch", yang selama ini ia anggap aman, tertaut ke log aktivitas komputer Arka di jam-jam tertentu. Seorang analis IT yang teliti, Dani, menemukan keanehan ini. Dani adalah orang pendiam yang pernah dibantu Arka di awal kariernya. Awalnya ia ragu, tetapi bukti-bukti digital tak terbantahkan.

Dani menghadap langsung ke Arka, bukan ke atasan. Di ruang meeting kecil, Dani meletakkan print-out analisisnya. "Saya tahu ini kamu, Arka. Semuanya tercatat di sini," katanya dengan suara datar. Arka membeku, senyum ramahnya luntur. Ia berusaha membantah, tetapi kata-katanya terdengar kosong.

Dani memberi pilihan: Arka mengundurkan diri dengan alasan pribadi, atau Dani akan membawa bukti ini ke direksi. "Kamu bukan serigala, Arka," ucap Dani sebelum pergi. "Kamu hanya orang yang memakai bulu domba karena takut kalah bersaing secara jujur."

Keesokan harinya, Arka mengajukan pengunduran diri. Kabar itu mengejutkan seluruh kantor. Banyak yang menyayangkannya. Sari akhirnya mendapatkan promosi yang memang haknya, tanpa pernah tahu sepenuhnya tentang pertempuran bayangan yang terjadi. Arka menghilang dari lingkaran itu, meninggalkan jejak digital yang memalukan dan pelajaran pahit: di era modern, bulu domba mungkin bisa menipu mata, tetapi data dan integritas tetaplah penyaring yang paling jitu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....