Kembali ke Rutinitasetelah Libur Panjang, Ini Tipsnya

  • 23 Mar 2026 11:12 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kembali ke rutinitas setelah liburan panjang sering kali terasa tidak mudah. Rasa malas, sulit fokus, hingga penurunan energi menjadi hal yang umum dialami, terutama ketika tubuh dan pikiran masih berada dalam “mode santai”.

Secara psikologis, kondisi ini merupakan bentuk adaptasi alami. Perubahan dari ritme liburan yang fleksibel ke aktivitas yang lebih terstruktur membuat tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Karena itu, transisi yang bertahap dinilai lebih efektif dibanding langsung memaksakan diri kembali produktif secara penuh.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memulai aktivitas dengan beban yang lebih ringan. Di hari pertama, fokus tidak perlu langsung pada target besar, melainkan cukup dengan menyusun prioritas dan menyelesaikan tugas-tugas kecil terlebih dahulu. Langkah ini membantu otak melakukan “pemanasan” tanpa memicu stres berlebihan.

Selain itu, ritme tidur juga menjadi faktor penting dalam mengembalikan energi. Jadwal tidur yang berubah selama liburan sebaiknya mulai diperbaiki dengan tidur lebih awal serta mengurangi penggunaan gawai sebelum waktu istirahat. Kualitas tidur yang baik akan berpengaruh langsung pada fokus dan produktivitas di hari berikutnya.

Agar tidak merasa kewalahan, penyusunan daftar pekerjaan juga perlu disederhanakan. Cukup dengan menentukan tiga hal utama dalam sehari, yakni satu tugas prioritas dan dua tugas pendukung. Cara ini dinilai lebih realistis dan membantu menjaga rasa produktif tanpa tekanan berlebih.

Menyiapkan hal-hal kecil yang menyenangkan juga dapat membantu meningkatkan suasana hati. Mulai dari memilih pakaian yang disukai, menyiapkan sarapan favorit, hingga mendengarkan playlist yang nyaman dapat menjadi stimulus sederhana untuk membangun semangat kembali beraktivitas.

Di sisi lain, penting untuk menerima bahwa rasa malas atau “mager” setelah liburan adalah hal yang wajar. Alih-alih melawannya secara keras, pendekatan yang lebih efektif adalah mengakui perasaan tersebut sambil tetap memulai dari langkah kecil. Motivasi sering kali muncul setelah seseorang mulai bergerak, bukan sebelumnya.

Terakhir, memberikan jeda di sela aktivitas juga diperlukan agar tubuh tidak cepat kelelahan. Mengatur waktu istirahat singkat atau sekadar berjalan sejenak dapat membantu menjaga keseimbangan energi di masa transisi ini.

Dengan pendekatan yang lebih ringan dan bertahap, proses kembali ke rutinitas setelah liburan panjang dapat dijalani dengan lebih nyaman tanpa tekanan berlebihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....