Tawa dan Berlarinya Anak-anak di Mesjid Berubah Menjadi Doa

  • 04 Mar 2026 19:35 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID,Pontianak : Pada malam Ramadhan, masjid dipenuhi jamaah yang berdiri khusyuk menghadap Allah. Di sela saf shalat, terdengar tawa polos anak-anak yang berlari kecil tanpa beban dosa.

Sebagian hati terusik, sebagian lagi tersenyum melihat kehidupan tumbuh di rumah Allah. Masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi juga ruang belajar cinta pertama kepada iman.

Anak-anak belum memahami makna khusyuk sebagaimana orang dewasa memaknainya. Namun langkah kaki mereka adalah tanda bahwa masjid masih hidup dan ramah bagi generasi penerus.

Rasulullah mengajarkan bahwa kelembutan lebih utama daripada amarah dalam urusan umat. Mengusir anak dari masjid bisa mematikan rasa cinta mereka kepada agama sejak dini.

Ramadhan adalah bulan pendidikan jiwa, bukan hanya bagi yang shalat, tetapi juga bagi yang belajar hadir. Kesabaran jamaah menjadi teladan nyata tanpa perlu ceramah panjang.

Diamnya orang dewasa menahan emosi adalah bentuk ibadah tersembunyi. Dari sikap itu, anak-anak belajar bahwa masjid adalah tempat aman dan penuh kasih.

Kelak, tawa itu akan berubah menjadi doa dan sujud yang panjang. Jika hari ini mereka diterima dengan lapang dada, esok masjid akan penuh oleh generasi yang mencintainya.Wallahu'alam Bishawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....