Siaran Edukatif melalui Etika Siaran yang Sehat dan Teknik Reportase yang Baik
- 28 Feb 2026 11:02 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Banyak platform digital yang bermunculan di era digitalisasi saat ini. Lembaga penyiaran memiliki peran penting untuk dapat menyaring informasi apa saja yang diberikan kepada masyarakat. Teknik reportase dan etika siaran yang sehat merupakan salah satu cara yang tepat agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan dapat mengedukasi masyarakat.
Hal ini menjadi dasar pelatihan bimbingan teknis dilakukan di lembaga penyiaran. LPP RRI Pontianak melaksanakan Pelatihan Mandiri selama dua hari, 26 - 27 Februari, dengan memberikan sebanyak 4 materi. Salah satu materi diantaranya Etika Siaran yang Sehat dan Mengedukasi. Materi ini diberikan oleh Dea Citra Rahmatika dari Komisioner KPID Provinsi Kalimantan Barat, pada Jumat 27 Februari 2026.
| Baca juga: Peran Bahasa dalam Membentuk Karakter |
Etika Siaran, Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, dan Teknik Reportase disampaikan dalam pelatihan mandiri yang disampaikan oleh Dea. Pada materi etika ketika siaran, bagaimana seorang presenter menyampaikan informasi sesuai dengan isi berita tanpa ada opini dari presenter tersebut. Selain itu, saat presenter menyampaikan informasi perlu diatur bagaimana mimik wajah, nada dan intonasi.
"Sebagai presenter, mimik wajah kita perlu diatur misalnya berita yang disampaikan berita duka, kan tidak mungkin menggunakan smiling voice," jelas Dea.
| Baca juga: Pasar Juadah Sebagai Ruang Temu Budaya |
Teknik reportase adalah metode pengumpulan informasi, fakta, dan data melalui observasi langsung, wawancara narasumber, dan riset studi pustaka/dokumen untuk menyajikan berita yang akurat, berimbang, serta objektif. Ini dijelaskan lebih lugas oleh Dea karena menurutnya reportase bukan hanya menggambarkan keadaan yang terjadi dilapangan, tetapi juga menyajikan informasi agar masyarakat dapat terbangun pola pikir dan merasakan situasi yang terjadi dilapangan ketika laporan disampaikan oleh seorang reporter.
"Reportase yang baik bukan cuma menyampaikan gambaran dilapangan seperti apa, tapi kita sebagai reporter menyajikan informasi yang dapat menambah edukasi pemirsa pendengar atau penonton misalnya memberikan informasi mengenai apa yang dirasakan reporter terkait situasi yang terjadi dilapangan, bagaimana dingin atau panasnya, sehingga masyarakat terbangun pola pikirnya terhadap kejadian yang disampaikan oleh seorang reporter," kata Dea menjelaskan.
Selain materi ini, tiga pelatihan lainnya dilaksanakan oleh RRI Pontianak diantara lain, Pengambilan Foto untuk Berita Online, dari Jessica Helena Wuysang dari Ketua Pewarta Foto Indonesia. Kemudian materi Teknik Menulis Feature untuk Berita Online yang diberikan oleh Pemateri Ramses Tobing sebagai Editor Pontianak Post. Juga Teknik Pengambilan Video Jurnalistik Dasar dari Doris Pardede sebagai VJ Kompas TV Pontianak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....