Ramadhan Momentum Riset Hati dan Diri
- 23 Feb 2026 06:36 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Ceramah Ramadan episode keempat dalam program Ramadhan Vaganza di RRI Pontianak pada Minggu, 22 Febrari 2026 menghadirkan Ustadzah Baitinnur dengan tema “Ramadhan: Riset Hati, Refresh Diri”. Dalam tausiyahnya, ia mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum evaluasi diri, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Menurutnya, hampir setiap Muslim telah berkali-kali menjalani ibadah puasa Ramadan. Karena itu, penting untuk melakukan refleksi terhadap kualitas puasa dari tahun ke tahun.
“Kita sudah berkali-kali menjalani puasa Ramadan. Maka hendaknya kita mengevaluasi sejauh mana Ramadan yang telah kita lalui membawa perubahan pada diri kita,” ujar Ustadzah Baitinnur.
Ustadzah Baitinnur menjelaskan, Ramadan adalah momen jeda dari riuhnya aktivitas selama sebelas bulan. Di bulan inilah setiap Muslim ditarbiyah atau dididik agar jiwanya kembali bersih dan siap menghadapi kehidupan setelah Ramadan.
“Ramadan itu momen yang pas untuk kita mengevaluasi diri. Satu bulan ini kita ditarbiyah, harapannya sebelas bulan berikutnya kita menjadi jiwa-jiwa yang kembali suci,” kata Ustadzah.
Ia menegaskan, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga proses pembersihan jiwa atau tazkiyatunnafs. Puasa menjadi perisai bagi hati agar terhindar dari sikap egois, prasangka buruk, ghibah, dan perilaku negatif lainnya.
“Allah tidak butuh lapar dan hausnya seseorang, tetapi Allah ingin kita berpuasa dari perkataan dusta, dari menggunjing orang lain. Jadi yang di-reset bukan hanya tubuh, tetapi juga rohani kita,” Ustazah sampaikan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya ilmu dalam menjalankan ibadah puasa. Tanpa pemahaman yang benar, seseorang bisa saja berpuasa tetapi hanya mendapatkan rasa lapar dan haus tanpa perubahan perilaku.
“Bisa jadi orang berpuasa hanya menahan makan dan minum, tetapi belum mencerminkan pribadi yang diinginkan oleh puasa. Maka di awal Ramadan kita harus belajar, memahami ilmunya agar puasa kita tidak sia-sia,” tutur Ustadzah.
Melalui tema “Riset Hati, Refresh Diri”, Ustadzah Baitinnur berharap Ramadan menjadi terapi rohani yang benar-benar membentuk pribadi lebih bertakwa. Evaluasi diri, memperbaiki niat, serta memperdalam ilmu menjadi kunci agar Ramadan menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....