Pasar Juadah Sebagai Ruang Temu Budaya
- 20 Feb 2026 09:01 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID.Pontianak - Ketua Panitia Bazar Ramadhan Mujahidin Pontianak 1447 Hijriah Manto, dalam acara siaran Berjaringan Suara Budaya Nusantara Jakarta RRI Pro 4 Pontianak menyampaikan bahwa Pasar Juadah Ramadan yang tumbuh di sekitar Masjid Raya Mujahidin bukan sekadar tempat jual beli takjil. Ia menjelma ruang perjumpaan budaya, spiritualitas, dan ekonomi masyarakat Kota Pontianak.
"Setiap sore menjelang magrib, aroma kue tradisional dan minuman khas Melayu, Dayak, dan Tionghoa berpadu harmonis. Keberagaman rasa ini mencerminkan wajah Pontianak yang hidup dalam toleransi dan kebersamaan," katanya.
Manto mengatakan, bahwa masjid sebagai pusat ibadah memberi ruh tersendiri bagi pasar juadah ini. Aktivitas ekonomi berlangsung berdampingan dengan persiapan shalat dan tadarus, membentuk keseimbangan antara dunia dan akhirat. Interaksi antara penjual dan pembeli bukan hanya transaksi, tetapi juga silaturahmi. Senyum, sapaan, dan tawar-menawar sederhana menjadi bahasa budaya yang diwariskan lintas generasi.
"Pasar juadah juga menjadi ruang belajar sosial bagi anak-anak dan remaja. Mereka menyaksikan langsung nilai kejujuran, kerja keras, serta etika berdagang yang dijaga selama bulan suci," katanya.
Keberadaan pasar ini menghidupkan ekonomi umat tanpa meninggalkan adab Ramadan. Waktu, kebersihan, dan ketertiban dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap masjid dan ibadah. Akhirnya, pasar juadah di Masjid Raya Mujahidin adalah cermin Ramadhan Pontianak itu sendiri. Ia menyatukan iman, budaya, dan kemanusiaan dalam satu ruang yang penuh keberkahan. Selamat Berpuasa Ramadaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....