Imlek, Istilah yang Khas Indonesia

  • 17 Feb 2026 11:19 WIB
  •  Pontianak

Istilah atau penulisan Tahun Baru Imlek hanya dikenal di Indonesia. Kata Imlek adalah bunyi dialek Hokkian yang berasal dari kata Yin Li yang berarti penanggalan bulan aliaa lunar calendar. Penanggalan Tiongkok berdasarkan peredaran bulan di tata surya sehingga diaebut dengan Yin Li.

Sementara penanggalan yang dikenal sekarang, dan dipakai luas seluruh dunia disebut dengan Yang Li, di dalam bahasa Mandarin artinya adalah penanggalan matahari.

Imlek dikenal juga dengan Nong Li, yang artinya penanggalan perani, di mana hal ini bisa dimaklumi, sebagian besar orang zaman dahulu adalah bertani. Para petani tersebut mengandalkan kemampuan mereka membaca alam, pergerakan bintang, rasi bintang, bulan, dan benda angkasa yang lain untuk bercocok tanam. Apalagi di Tiongkok yang empat musim, perhitungan tepat dan presisi harus hal untuk mendapatkan pangan yang cukup.

Perayaan Chinese New Year sebenarnya adalah perayaan memyambut musim semi yang diaebut dengan Chun Jie, yang artinya menyambut musim semi. Musim semi disambut denngan sukacita karena musim dingin akan aegera bwrlalu dan tibalah saat para perani untuk menanam lagi.

Tanaman pangan terutama padi (Tiongkok Selatan) dan kebanyakan gandum (Tiongkok Utara) serta tanaman pertanian lainnya. Karena mengandalkan alam untuk kehidupan mereka, mengambut datangnya musim semi merupakan keharusan yang dirayakan dengan meriah.

Selain disebut Tahun Baru Imlek, banyak juga yang menyebutnya dengan Sincia, yang juga berasal dari dialek Hokkian, dari asal kata Xin Zheng. Kata Xin Zheng merupakan kependekan dari bulan pertama yang baru, merujuk pada penulisan bulan pertama dalam penanggalan Imlek dituliskan Xin Zheng, dalam dialek Hokkian berbunyi Cia Gwe.

Penulis: Syafaruddin DaEng Usman, peminat kajian sejarah dan budaya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....