Awal Mula Tahun Baru Imlek
- 17 Feb 2026 10:49 WIB
- Pontianak
Tahun Baru Lunar merupakan pesta perayaan yang paling penting bagi masyarakat Cina. Dalam sejarah dikenal dengan nama lain seperti "Waktu Permulaan" (Yuan Chen), "Hari Pertama" (Yuan Ri), "Hari Pertama Bulan Pertama" (Yuan Shuo), "Awal Bulan" (Yuan Zheng), dan "Pagi Pertama Awal Tahun" (Yuan Dan).
Sekarang hal ini dikenal dengan nama Perayaan Musim Semi (Chun Jie) di Cina. Waktu ini digunakan untuk berkumpul dan juga sebagai pembaruan jiwa. Dahulu kala rakyat hidup sangat sederhana, dan Hari Tahun Baru merupakan hari-hari di mana mereka bisa berpesta.
Hari pertama tahun baru menandai dimulainya pesta Perayaan Musim Semi. Hari pertama tahun baru juga dikenal sebagai masa tua Yuan Dan yang mempunyai nama lain yaitu Yuan Ri, Yuan Chen, dan Duan Ri.
| Baca juga: Riwayat Lahirnya TNI di Kalimantan Barat |
Pada hari itu, setiap rumah membuat sesaji sebagai penghormatan kepada leluhur. Pada hari itu juga setiap rumah meletakkan benda-benda keramat di altar. Banyak orang menyajikan kemenyan untuk gambar-gambar yang dianggap keramat.
Setelah berdoa untuk leluhur sesuai dengan adat istiadat, mereka keluar melalui pintu-pintu sesuai dengan petunjuk petuah dan kemudian berkeliling. Sebelah barat dianggap sebagai petunjuk yang bagus.
Ketika keluar dari pintu, mereka membawa lentera dan menyalakan kembang api. Setelah itu, mereka menyusun sesaji untuk Dewa Kebahagiaan. Semua orang berbondong-bondong menuju ke petunjuk kebaikan. Apabila mereka melewati kuil-kuil, mereka harus masuk dan membakar hio, lalu berdoa untuk kebaikan pada tahun mendatang.
| Baca juga: Rahadi dan Oetari, Inmemorium Rahadi Osman |
Acara yang paling umum pada hari itu adalah Bai Nian, yaitu saling berkunjung. Acara ini juga disebut Zou Chun atau Tan Chun. Orang-orang terkemuka memiliki banyak kerabat dan saudara dan ia pun tak dapat mengunjungi semuanya. Mereka biasanya lalu mengirim kartu nama ataupun mengirim salam kesejahteraan. Orang yang memberi salam akan diberi uang.
Pada masa Dinasti Ming dan Dinasti Qing, kebiasaan saling berkunjung sebagai bagian dari perayaan tahun baru sudah populer. Dan hal ini berkembang pada masyarakat selanjutnya. Sampai sekarang, kebiasaan tersebut masih terus berlanjut.
Di masa lalu, warna merah dihubungkan dengan kehidupan. Karenanya, orang Tionghoa menghargai warna merah. Mereka menggunakan kertas merah untuk membungkus benda-benda sebagai tanda perayaan dan mengusir kejahatan. Angpau mereka berikan selama Tahun Baru, dan juga pada hari pernikahan dan ulang tahun.

Penulis: Syafaruddin DaEng Usman, peminat kajian sejarah dan budaya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....