Murojaah adalah Cermin ketika Niat Dijaga

  • 15 Feb 2026 14:44 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Murojaah adalah amanah pribadi yang melekat pada setiap hafalan, bukan bergantung pada profesi atau jabatan. Siapa pun kita, guru, pedagang, atau pekerja biasa, kewajiban menjaga hafalan tetap sama.

Banyak orang menunda murojaah dengan alasan kesibukan dan peran hidup yang beragam, padahal yang diuji bukan waktu luang, melainkan kesungguhan niat dalam menjaga amanah ilmu.

Niat yang lurus menjadikan murojaah terasa ringan meski dilakukan di sela aktivitas, sedikit namun rutin lebih bernilai dibanding banyak tetapi jarang dan tanpa kesadaran.

Murojaah bukan ajang menunjukkan kualitas di hadapan manusia, melainkan dialog batin dengan diri sendiri, Di sanalah kejujuran diuji apakah hafalan dijaga karena Allah atau sekadar simbol identitas.

Kesalahan umum adalah merasa murojaah hanya tugas mereka yang bergelar atau dianggap alim. Padahal setiap hafalan yang diterima, sekecil apa pun, menuntut tanggung jawab yang sama.

Tips penting dalam murojaah adalah menentukan waktu tetap yang realistis dan konsisten. Tidak perlu lama, yang penting hadir dengan hati tenang dan fokus penuh.

Pada akhirnya, murojaah adalah cermin niat, bukan cermin status sosial atau profesi. Ketika niat dijaga, Allah akan menjaga hafalan dan menenangkan langkah hidup kita. Wallahu'alam Bishawab.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....