Tantangan Penurunan Stunting di Kalimantan Barat
- 21 Jan 2026 19:05 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Program penurunan angka stunting menjadi perhatian serius bagi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat. Dalam upayanya, BKKBN melaksanakan program Genting dengan melakukan berbagai intervensi, seperti memberikan bantuan nutrisi, rumah layak huni, akses air bersih, fasilitas MCK, serta edukasi kepada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Rindang Gunawati, S.Psi., MAP, dalam acara Pontianak Menyapa pada Rabu, 21 Januari 2026.
Rindang menjelaskan bahwa meski bantuan sudah diberikan, tidak semua daerah mengalami perubahan signifikan dalam perilaku masyarakat. “Ada di salah satu daerah di Kalimantan Barat, sudah mendapatkan bantuan perbaikan MCK dari LSM. Akan tetapi, sejauh pengamatan kami, MCK itu belum difungsikan sebagaimana mestinya. Habit yang dilakukan sebelum adanya MCK itu masih berjalan,” ujar Rindang.
Hal ini menunjukkan pentingnya tidak hanya menyediakan bantuan fisik, tetapi juga melakukan edukasi untuk perubahan perilaku masyarakat agar bantuan yang diberikan bisa berdampak optimal. Menurut Rindang, edukasi perilaku hidup bersih perlu terus digalakkan agar masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan, khususnya dalam hal sanitasi.
Selain itu, Rindang juga menyoroti tantangan lain yang dihadapi dalam mengatasi stunting di Kalimantan Barat, yaitu masalah ketersediaan air layak konsumsi. “Di masyarakat kita, di Kalimantan Barat, masih banyak yang mengkonsumsi air hujan. Nah, sebenarnya air hujan itu dari segi kesehatan bukan merupakan air yang layak konsumsi,” jelasnya.
Penyediaan air bersih yang layak konsumsi masih menjadi masalah besar di beberapa daerah di Kalimantan Barat. Rindang berharap ke depan akan ada mitra yang dapat membantu menyediakan akses air bersih, meski hal ini memerlukan biaya besar untuk pengadaan alat-alat yang dibutuhkan. Ia juga menyebutkan adanya keterbatasan anggaran pemerintah yang masih banyak dialokasikan untuk program-program lainnya.
Rindang menambahkan, agar percepatan penurunan stunting dapat tercapai, diperlukan peningkatan koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. “Semua lintas sektor bisa berkolaborasi dan berkoordinasi terutama untuk jajaran pemerintahan, kita lebih tekankan lagi, untuk bisa memberikan pemahaman stunting ke masyarakat dan tak kalah penting, upaya percepatan dan penurunan stunting ini juga tidak berhasil jika masyarakat tidak mendukung dengan melakukan perubahan perilaku untuk lebih aware terhadap faktor-faktor baik spesifik maupun sensitif yang bisa menyebabkan stunting,” ujarnya.
Upaya penurunan stunting ini membutuhkan kerja sama yang solid antara semua pihak, mulai dari pemerintah, LSM, hingga masyarakat, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak yang sehat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....