Timnas Indonesia Bidik Kejutan di Piala Asia 2027

  • 07 Okt 2026 08:25 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Timnas Indonesia menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand dengan adu penalti 4-2 pada Senin 5 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.
  • Pertandingan final berakhir imbang 2-2 pada waktu normal dan babak tambahan sebelum Timnas Indonesia unggul dalam seri penalti.
  • Kemenangan ini menjadi fondasi penting bagi Timnas Indonesia untuk menghadapi kompetisi yang lebih ketat di Piala Asia AFC 2027 yang akan diselenggarakan di Qatar.

RRI.CO.ID, Pontianak - Keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi modal berharga untuk menatap persaingan yang lebih berat di Piala Asia AFC 2027 di Qatar.

Skuad Garuda mencatat sejarah sebagai juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2, setelah bermain imbang 2-2 pada waktu normal dan babak tambahan, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin 5 Oktober 2026 malam.

Gelar tersebut mengakhiri penantian panjang 35 tahun gelar di level senior dan mendapat apresiasi dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang menilai capaian itu sebagai pelajaran bagus menuju target Piala Dunia.

Kini, tantangan yang lebih besar telah menanti. Berdasarkan hasil undian di Riyadh, Indonesia tergabung di Grup F Piala Asia 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Grup tersebut terbilang kompetitif, mengingat Qatar berstatus juara bertahan dua edisi terakhir, Jepang merupakan langganan Piala Dunia, dan Thailand adalah rival yang baru saja dihadapi di final.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menilai Grup F sebagai peluang besar bagi Garuda untuk terus berkembang dan mengukur kemajuan di level Asia menuju target jangka panjang Piala Dunia 2030.

Optimisme serupa disampaikan pemain bertahan Calvin Verdonk. Ia menilai Indonesia tetap memiliki peluang untuk lolos ke babak gugur.

"Kami punya peluang menghadapi Thailand dan Qatar. Kami juga punya peluang melawan Jepang, meskipun mereka berada di level yang berbeda," ujar Verdonk di mixed zone SUGBK.

Namun di balik euforia juara, sejumlah catatan evaluasi muncul, terutama terkait manajemen permainan saat unggul penguasaan bola.

Pengamat sepak bola asal Kalimantan Barat, Tajudin, menyoroti aspek tersebut usai laga final. Ia menilai Timnas Indonesia belum memaksimalkan momentum ketika mendominasi penguasaan bola.

"Satu hal evaluasi saya disaat kita sudah menang ball posision Timnas malah mendelay permainan bahkan dibiarkan tim lawan kembali merapikan pertahanan mereka, itu yang disayangkan seperti bingung mau melakukan serangan karena merasa ruang passing sudah ditutup lawan, dan tidak menggunakan pergerakan pergerakan tanpa bola," ujar Tajudin, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurutnya, penundaan serangan membuat lawan memiliki waktu untuk mengonsolidasikan pertahanan sehingga ruang umpan menjadi tertutup. Solusi yang diperlukan adalah peningkatan pergerakan tanpa bola dari para pemain depan dan gelandang untuk membuka ruang.

Evaluasi ini menjadi pekerjaan rumah yang krusial bagi John Herdman sebelum menghadapi Piala Asia 2027. Di hadapan tim dengan organisasi pertahanan yang lebih disiplin seperti Jepang dan Qatar, kelambatan dalam transisi dari penguasaan menjadi serangan dapat berakibat fatal.

Dengan modal juara ASEAN Cup 2026 dan perbaikan pada efektivitas serangan, peluang Indonesia untuk melaju ke babak 16 besar Piala Asia 2027 tetap terbuka, terutama melalui persaingan langsung melawan Thailand dan Qatar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....