Mahkota King ASEAN Akhirnya Pulang ke Sarang Garuda
- 06 Okt 2026 08:57 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Jakarta - Timnas Indonesia resmi jadi Raja ASEAN usai tekuk Thailand 4-2 lewat adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK) pada Senin, 5 Oktober 2026 malam. Ranking 118 FIFA kalahkan ranking 94 FIFA. Ini bukan hoki, ini bukti kerja keras dibayar lunas. Rasanya kayak mimpi yang gak mau dibangunin, jujurly merinding parah.
Menit 2 Luke Vickery lolos bebas hadapan kiper Saranon Anuin, tembakannya ditahan. SU GBK nyaris meledak, satu kompleks kayak kena gempa. Padahal baru pemanasan, santai dulu bro.
Menit 8 Emil Audero ditabrak pemain Thailand sampai tergeletak. Tim medis masuk, penonton auto jadi pendekar warung kopi. Padahal Audero kiper, bukan samsak tinju, ya kali ditabrak kayak parkir liar.
Menit 18 tendangan Ole Romeny melambung, menit 19 sundulan Justin Hubner melebar. Kiper Thailand kerja lembur tanpa lembur. Nattapong, Manuel Bihr, Mickelson jadi tembok beton. Susah ditembus, kayak chat doi centang dua tapi gak dibales.
Menit 25 Presiden Prabowo hadir di tribun bersama Presiden FIFA. Semangat Garuda naik kayak harga cabai menjelang lebaran. Langsung panas, langsung ngegas.
Babak pertama 0-0. Di ruang ganti John Herdman kasih tausiyah, yang nonton ada Presiden jangan bikin malu, hibur negeri ini. Jawaban pemain, yes sir! Di kubu sebelah Anthony Hudson bakar semangat, kalian King ASEAN jangan kasih mahkota ke Garuda. Dua pelatih sama-sama lapar gelar.
Babak kedua penonton udah habis bakso, cilok, pisang goreng. Konon satelit NATO cuti 90 menit buat nobar. Iran-Amerika damai sementara. Dunia kadang lebih absurd dari sinetron.
Menit 50 Ragnar nyaris gol, menit 60 Rizky Ridho masuk ganti Vickery, menit 65 Ivar Jenner masuk. Drama kartu dimulai. Menit 77 Mickelson tarik Verdonk kuning, menit 80 sikut Ole kuning kedua merah. Thailand sisa 10 orang. Ini momen yang ditunggu, momentum emas.
Free kick Dean Ruben James goooaall 1-0. SU GBK berguncang, warung kopi jadi padepokan silat. Penonton keliling kompleks kayak baru dapat warisan. Senengnya kebangetan.
Tapi menit 87 Iklas Sanron samakan 1-1. Extra time. Thailand parkir bus, sopirnya ikut duduk di kotak penalti. Menit 111 Peeradol bobol gawang Audero 2-1. SUGBK jadi perpustakaan, senyap total. Rasanya kayak ditinggal pas lagi sayang-sayangnya.
Menit 116 di ujung tanduk umpan Rizky Ridho disambar Elkan Baggott goooaall 2-2. Jantung copot dipasang lagi. Monas yang mau rebahan langsung ngopi lagi. Ini gol nyawa, gol yang bikin semua tunda aktivitas.
Adu penalti jadi penentu. Kevin Diks gol, Manuel Bihr balas 1-1, Dean James gol 2-1, Waris gol 2-2, Elkan gol 3-2, Sarach gagal, Shayne Pattynama gol 4-2, Nattapong ditangkis Audero. Selesai. Indonesia juara. Prabowo jingkrak, ada yang nyebur sungai, ada yang peluk TV. Thailand datang bawa mahkota King ASEAN, Garuda pulang bawa mahkotanya. Untuk pertama kalinya kita bukan runner up abadi, capek jadi hampir juara terus.
Sebelumnya Malaysia menang 1-0 atas Vietnam rebut tiga. Tapi malam ini milik kita. Ini bukan sekadar bola, ini pelipur lara negeri yang capek lihat berita lapas rasa diskotik. Malam ini kita boleh bangga, boleh teriak nangis bahagia. Bravo Garuda.
Tulisan oleh: Qomaruzzaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....