Juara Piala Soeratin U-17 Kalbar, Kubu Raya United Bersiap ke Nasional
- 02 Agt 2026 18:59 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Ajang perhelatan sepak bola Piala Soeratin U-17 tingkat Kalimantan Barat resmi berakhir dengan laga puncak yang dramatis. Kubu Raya United sukses keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persit Ketapang melalui drama adu penalti yang berlangsung di Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak, Minggu, 2 Agustus 2026 sore.
Pertandingan final yang mempertemukan Kubu Raya United kontra Persit Ketapang berjalan sangat ketat dan penuh dramatis. Sepanjang waktu normal 90 menit babak pertama hingga babak kedua, kedua tim sama-sama menunjukkan pertahanan yang solid sehingga skor kacamata 0-0 tidak berubah.
Laga penentuan pun terpaksa dilanjutkan melalui babak adu penalti. Pertarungan dari titik putih ini berjalan sangat menegangkan hingga membutuhkan tujuh kali tendangan dari masing-masing algojo tim. Pada akhirnya, Kubu Raya United berhasil memastikan kemenangan dengan keunggulan tipis 2-1 di adu penalti, sekaligus mengantar mereka menyabet gelar juara Piala Soeratin U-17 Kalimantan Barat, sementara Persit Ketapang harus puas di posisi runner-up.
Pelatih Kubu Raya United, Helis Daryanto, mengatakan hasil ini merupakan prestasi tertinggi bagi pembinaan sepak bola usia muda di Kubu Raya.
“Yang pertama kami syukuri Alhamdulillah ya, anak-anak bermain lepas hari ini bisa memberikan hasil terbaik buat Kubu Raya. Dan ini merupakan pencapaian yang tertinggi untuk anak-anak Kubu Raya, khususnya di usia 17 tahun,” ujar Helis Daryanto usai pertandingan.

Kendati demikian, Elis tidak ingin skuadnya cepat puas. Mengingat tantangan berikutnya adalah menghadapi kompetisi tingkat nasional, ia langsung memetakan sejumlah catatan evaluasi penting, terutama terkait kondisi fisik pemain dan kesiapan mental.
“Evaluasinya yang pertama fisik ya. Anak-anak di 45 menit pertama bermain sangat bagus, tapi ketika masuk di menit ke-45 ke atas fisiknya mulai kedodoran. Itu jadi catatan ke depan,” ungkapnya.
Selain fisik, faktor tekanan mental dalam babak adu penalti juga menjadi sorotan sang pelatih. Menurut Helis, beban psikologis pada pemain usia muda sangat wajar terjadi ketika menghadapi laga final dengan tekanan tinggi.
“Adu penalti itu soal mental. Tekanannya lebih besar dan lebih tinggi jadi mereka merasa terbebani. Tapi saya rasa itu normal, bahkan pemain kelas dunia pun biasa gagal penalti. Itu tetap jadi bahan evaluasi kami supaya anak-anak bisa bermain lebih lepas tanpa beban ke depannya,” tambah Elis.
Menatap putaran nasional, Kubu Raya United berencana melakukan pembenahan dan penambahan amunisi pemain. Evaluasi tim mencakup penambahan porsi latihan serta perekrutan pemain tambahan dari tim-tim peserta lain di Kalbar, seperti dari Sambas, Singkawang, atau daerah lainnya, guna melengkapi komposisi skuad agar lebih kompetitif di kancah yang lebih tinggi.
Pihaknya juga berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah, khususnya dari Bupati Kubu Raya, agar persiapan tim menuju kompetisi tingkat nasional dapat berjalan maksimal dan mengharumkan nama Kalimantan Barat.
Pada Piala Soeratin U-17 Kalimantan Barat ini, Persiwang juara tiga dan PS Kubu Raya sebagai juara harapan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....