Lembaga Serumpun Berpantun Deklarasi Hari Pantun Internasional

  • 17 Des 2023 19:06 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Lembaga Serumpun Berpantun mendeklarasikan Hari Pantun Internasional (HPI) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (16/12/2023). Deklarasi berlangsung di Rumah Budaya Kampung Caping Pontianak, Jalan Imam Bonjol Gg.Hj Salmah Potianak Tenggara.

Berbagai pihak mendukung deklarasi HPI mulai dari tokoh Melayu, budayawan, kepala daerah, hingga masyarakat. Dukungan juga disampaikan secara online dari beberapa negara seperti dari Amerika Serikat yang diwakili oleh Ben Rosman, Aris Purwanto yang merupakan staf protokol Konsuler KBRI Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Kemudian Ustadz Faizal Elahi Habiburrahman dari Malaysia, Timo Duile Pakar Antropologi Jerman, Mathias Waldmeyer Programme Officer Asia, Focal Point Good Governance (Swiss), Ana D’Angelo (Italia), dan Dorina Schuldz Waldmeyer (Switzerland).

Melalui pantun yang merupakan budaya lisan masyarakat Melayu yang unik diharapkan dapat dikenal masyarakat dunia agar tidak hilang ditelan zaman.

Rangkaian acara deklarasi HPI diawali
Pembacaan ummul kitab, lanjut dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian kata sambutan dari tim kerja nasional. Berikutnya sambutan Ketua MABM Provinsi Kalimantan Barat, sambutan Wali Kota Pontianak. Tanda tangan cover buku Pantun Rempang dan Tarian Asam Pedas

Adapun isi deklarasi tersebut disampaikan oleh Nur Iskandar selaku wakil dari Dr. Taufik Hidayat, yakni: Deklarasi Hari Pantun Internasional masyarakat pantun dunia dengan ini menyatakan deklarasi hari pantun dunia atau hari pantun internasional. Hal-hal mengenai metafor dan isi, rumus ab ab atau aaa dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Atas nama Serumpun Berpantun kata berkait silang sempurna Serumpun Berpantun Sabtu, 16 Desember 2023 di Kota Pontianak Bumi Khatulistiwa Kalimantan Barat, Indonesia.

Momentum ini merupakan hari yang bersejarah yang tak terulang lagi, tak lekang oleh zaman, untuk menghormati leluhur dan budaya Melayu, untuk persembahan anak cucu kita, karena tak kan Melayu hilang di bumi.

Penulis : Wiwin Indriani (Siaran)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....