Hujan Turun, Warga Kubu Raya Masih Kesulitan Air Bersih
- 05 Okt 2026 16:58 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Hujan mulai turun, tetapi warga Kubu Raya masih kesulitan memperoleh air bersih karena tampungan hujan berbau asap dan belum layak dikonsumsi.
Kondisi tersebut mendorong Polres Kubu Raya bersama Pemerintah Daerah menyalurkan 8.000 liter air bersih siap konsumsi kepada masyarakat di tiga lokasi yang masih membutuhkan pasokan.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, turunnya hujan belum otomatis mengakhiri persoalan air bersih, karena air yang ditampung warga masih terpengaruh bau asap.
“Hujan sudah turun, tetapi belum berarti kebutuhan air bersih warga terpenuhi. Air yang turun masih berbau asap. Karena itu, air bersih yang bisa langsung dimanfaatkan warga menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi,” kata Ade, Sabtu (26/9/2026).
Sebanyak 6.000 liter air bersih disalurkan kepada warga di Jalan Trans Kalimantan, Dusun Parit Masegi. Sementara masing-masing 1.000 liter diberikan untuk masyarakat di Desa Kuala Dua dan Jalan Nurul Huda, Kecamatan Sungai Raya.

Menurut Ade, distribusi diprioritaskan ke lokasi yang masyarakatnya masih menghadapi keterbatasan sumber air. Pasokan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi warga selama sumber air belum kembali normal.
“Yang utama adalah memastikan air sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Ketika sumber air belum kembali normal, kebutuhan untuk minum tidak bisa ditunda,” ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan hujan yang mulai turun belum sepenuhnya memulihkan akses air bersih masyarakat Kubu Raya. Warga masih membutuhkan pasokan air yang aman untuk dikonsumsi, terutama di wilayah yang sumber airnya terdampak asap dan kemarau panjang.
Polres Kubu Raya bersama Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan terkait terus mengarahkan bantuan ke titik-titik yang membutuhkan. Distribusi air dilakukan sebagai respons terhadap kondisi lapangan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Pasokan 8.000 liter air bersih tersebut menjadi penyangga kebutuhan warga di tengah masa transisi dari kemarau menuju kondisi yang lebih basah. Selama sumber air belum pulih dan air hujan belum dapat dimanfaatkan, persoalan air bersih masih memerlukan penanganan langsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....