Ombudsman Pantau Transparansi Tes CAT Rekrutmen Perumda Tirta Khatulistiwa
- 04 Okt 2026 12:47 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Seleksi pegawai Perumda Tirta Khatulistiwa Pontianak memasuki tes CAT dengan pengawasan Ombudsman Kalimantan Barat. Tes kemampuan berbasis Computer Assisted Test atau CAT berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 3-4 Oktober 2026, di Universitas Tanjungpura Pontianak.
Pelaksanaan seleksi turut dipantau Kepolisian, Kejaksaan, dan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat (Kalbar) untuk memastikan proses berjalan sesuai ketentuan. Pada hari kedua, Minggu, 4 Oktober 2026, Ombudsman Kalbar hadir langsung memantau proses seleksi, termasuk mekanisme pelaksanaan dan kesiapan sarana pendukung.
Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman Kalbar, Tari Mardiana, mengatakan pemantauan dilakukan atas permintaan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa. Menurutnya, Ombudsman ingin memastikan seluruh tahapan rekrutmen berlangsung sesuai prosedur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Hari ini kami melakukan pengawasan atau pemantauan terkait dengan rekrutmen pegawai di Perumda Tirta Khatulistiwa. Ini atas permintaan dari Perumda juga untuk memastikan bagaimana proses pelaksanaannya, mekanismenya," ujar Tari di Universitas Tanjungpura Pontianak, Minggu.

Tari mengatakan, peserta yang terlewat mengikuti tes CAT pada Sabtu mendapat kesempatan mengikuti tes pada hari kedua. Ombudsman juga memastikan calon peserta memahami mekanisme serta tahapan seleksi sebelum mengikuti proses rekrutmen.
"Kami memastikan, pertama, secara prosedur calon peserta ini memahami dulu seperti apa proses seleksinya," ucapnya.
Selain prosedur, Ombudsman mengecek kesiapan sarana dan prasarana yang digunakan selama pelaksanaan tes CAT. "Kedua, kami memastikan sarana-prasarananya tersedia dengan baik," katanya.
Tari menilai keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam proses rekrutmen, terutama mengenai hasil tes dan tahapan seleksi berikutnya. Ombudsman mendorong Perumda menyampaikan perkembangan rekrutmen kepada masyarakat secara terbuka dan masif agar proses dapat diketahui publik.
"Kami harapkan nanti setelah proses ini, teman-teman secara publikasinya, secara informasinya itu bisa lebih masif," ujarnya.
Menurut Tari, keterbukaan diperlukan karena proses penerimaan pegawai masih berlanjut melalui sejumlah tahapan hingga seleksi selesai. "Kami pastikan, satu, disampaikan pengumumannya secara terbuka dan masif," katanya.
Ombudsman juga mendorong keterlibatan pihak-pihak terkait untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan rekrutmen serta memastikan peserta mengikuti seluruh ketentuan. "Yang kedua, secara prosesnya itu melibatkan pihak-pihak yang kemudian juga bisa m.emberikan banyak masukan terkait dengan proses," katanya, menambahkan.
Tari menegaskan transparansi dan keterbukaan harus menjadi prinsip utama dalam penerimaan pegawai Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa. "Intinya, kami mengharap karena kita mintanya transparansi, keterbukaan, dan lain sebagainya, maka diharapkan informasi-informasi itu jangan disimpan sendiri, tapi harus dipublikasikan dan diketahui oleh masyarakat," katanya, mengakhiri.
Baca juga: Perumda Tirta Khatulistiwa Buka 50 Formasi, Seleksi Transparan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....