Salinitas Kapuas Melonjak, PDAM Pontianak Siapkan Air Tawar

  • 27 Sep 2026 14:12 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Lonjakan kadar garam air baku Sungai Kapuas membuat Perumda Tirta Khatulistiwa Pontianak memperkuat langkah menjaga layanan masyarakat. Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak, Muhammad Zulhiyardi, mengatakan kadar garam di sejumlah instalasi pengolahan air (IPA) kini berada jauh di atas ambang batas normal.

“Seluruh IPA kita mengalami kenaikan kadar garam. Yang tertinggi di IPA Nipah Kuning mencapai 3.544 miligram per liter, sedangkan terendah di Parit Mayor sekitar 1.300 miligram per liter,” ujarnya belum lama ini.

Kondisi tersebut jauh melampaui ambang batas normal 300 miligram per liter sebagaimana ketentuan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Bahkan, kadar garam air baku sempat mencapai sekitar 20 kali lipat dari batas normal. Bagi pelanggan, tingginya kadar garam berdampak pada penggunaan air jaringan, terutama karena air tersebut tidak diperuntukkan sebagai sumber utama untuk minum dan memasak dalam kondisi salinitas tinggi. Kandungan garam juga dapat mempercepat korosi atau karat pada peralatan, keran, dan fasilitas perpipaan yang digunakan pelanggan.

“Kalau kadar garam tinggi, dampaknya juga terasa pada mesin produksi dan fasilitas air milik masyarakat karena korosi. Kita tetap berupaya menyalurkan air karena masyarakat membutuhkan untuk MCK dan ibadah,” kata Zulhiyardi.

Untuk memenuhi kebutuhan air tawar, Perumda mengoptimalkan Waduk Penepan yang kapasitasnya telah diperluas dari dua hektare menjadi 6,4 hektare pada 2022. Pengambilan air tawar juga dilakukan menggunakan ponton dari wilayah Sukalanting atau Peniti Rada untuk memasok IPA Parit Mayor dan IPA Nipah Kuning.

Air tawar dari Waduk Penepan turut ditampung secara khusus di IPA 3 untuk kemudian didistribusikan secara gratis. Prioritas diberikan kepada rumah sakit yang melayani pasien hemodialisis karena mesin cuci darah memiliki toleransi kadar garam maksimal sekitar 300 hingga 400 miligram per liter.

Zulhiyardi mengimbau pelanggan memilah penggunaan air sesuai kebutuhan. “Air distribusi kita gunakan untuk MCK, sedangkan air tawar untuk minum dan memasak. Kita juga minta masyarakat menghemat air tawar yang dibagikan,” katanya.

Baca juga: PT. SIM dan Tonicogita Ekamarindo Suplai 15 Juta Liter Air Tawar IPA Parit Mayor⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....