Guru Dorong Sekolah Kembali Dibuka dengan Protokol Khusus
- 26 Sep 2026 09:57 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Guru kung fu untuk pendidikan anak informal sekaligus mantan Guru Fisika di Immanuel dan Dosen Komputer di STMIK Pontianak, Shifu Lee, menilai pembelajaran daring tidak otomatis membuat anak terbebas dari paparan asap. Menurutnya, anak tetap menghadapi dampak yang sama ketika berada di rumah maupun di sekolah.
“Di rumah kena asap, di sekolah juga kena asap. Jadi, menurut saya, jangan sampai anak terlalu lama belajar daring karena ada persoalan lain yang muncul,” ujar Shifu Lee di rumahnya, Pontianak, Sabtu, 26 September 2026.
Ia menyebut pembelajaran dari rumah cukup merepotkan sebagian orang tua karena membutuhkan pendampingan selama proses belajar. Kondisi tersebut semakin menjadi kendala bagi orang tua yang harus bekerja, memiliki kesibukan lain, atau berbagi penggunaan telepon seluler dengan anak.
“Orang tua juga banyak yang bekerja. Kalau anak belajar dari rumah, mau tidak mau orang tua harus mengawasi. Belum lagi kalau HP-nya harus dipakai bersama,” katanya.
Karena itu, Shifu Lee mendukung kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan di sekolah dengan penerapan kebijakan yang menyesuaikan kondisi lingkungan. Sekolah dapat meniadakan sementara pelajaran olahraga atau aktivitas fisik di luar ruangan karena berpotensi meningkatkan gangguan pernapasan saat kualitas udara memburuk.
“Kalau sekolah dibuka, saya kira harus ada kebijakan khusus. Misalnya olahraga ditiadakan dulu, karena aktivitas fisik ketika asap tebal tentu bisa mengganggu pernapasan anak,” ujarnya.
Ia juga meminta sekolah mengawasi aktivitas siswa selama jam istirahat agar tidak melakukan kegiatan fisik secara berlebihan. Kegiatan luar ruangan dapat diganti dengan aktivitas di dalam kelas, sedangkan siswa yang berangkat dan pulang sekolah diimbau menggunakan masker serta pelindung mata ketika asap masih tebal.
Shifu Lee juga menyarankan sekolah lebih selektif terhadap jajanan yang dijual di kantin selama kondisi lingkungan belum mendukung. Minuman es maupun minuman saset, menurutnya, perlu dibatasi untuk menjaga kondisi anak.
Pandangan serupa disampaikan Anastasia, Guru dan Dosen sekaligus pemilik bimbingan belajar di kawasan Ruko Megamall Pontianak, Kalimantan Barat yang juga merupakan guru dan dosen. Ia menilai pembelajaran daring memiliki keterbatasan karena guru tidak dapat memantau secara langsung apakah siswa benar-benar memperhatikan, memahami, dan mengikuti materi dengan baik.
“Kalau online, guru tidak bisa melihat secara langsung anak itu benar-benar memperhatikan atau tidak, paham atau tidak. Itu yang membuat pembelajaran menjadi kurang efektif,” kata Anastasia.

Menurutnya, keterbatasan pendampingan juga dirasakan orang tua karena tidak semua memiliki waktu dan keleluasaan untuk mengawasi anak selama belajar di rumah. Kondisi itu membuat sekolah tatap muka tetap memiliki peran penting, bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga ruang bagi anak untuk bersosialisasi.
“Sekolah itu bukan hanya tempat belajar. Anak juga perlu bersosialisasi, berinteraksi dengan teman dan guru, serta melakukan aktivitas bersama,” ujarnya.
Anastasia menyarankan guru meningkatkan pengawasan, terutama saat jam istirahat, agar siswa tidak melakukan aktivitas fisik berlebihan selama kondisi udara belum membaik. Kegiatan di luar ruangan juga sebaiknya dialihkan ke dalam ruangan untuk mengurangi paparan asap.
“Guru harus lebih memperhatikan anak-anak saat istirahat. Jangan sampai mereka bermain terlalu lama atau terlalu lelah karena kondisi cuaca dan udara sedang tidak baik,” katanya.
Pengelola sekolah juga diminta memperhatikan kebersihan makanan dan minuman di kantin, terutama di tengah keterbatasan air bersih. Pengawasan jajanan perlu diperkuat agar makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa tetap higienis.
Dengan penyesuaian tersebut, pembukaan kembali sekolah diharapkan tetap menjaga keberlangsungan pembelajaran sekaligus meminimalkan risiko kesehatan anak akibat paparan kabut asap.
Baca juga: SMPN 1 Pontianak Perpanjang PJJ, Sekolah Pastikan Interaksi Guru-Murid Berjalan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....