Singkawang Mooncake Festival Dimulai, Perpaduan Budaya dan Tradisi
- 22 Sep 2026 15:04 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Singkawang – Sosok Dewi Bulan melayang di udara seolah turun ke bumi disambut meriah saat pembukaan Singkawang Mooncake Festival 2026 di Halaman Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Senin, 21 September 2026, malam. Atraksi tersebut berpadu dengan pertunjukan wayang gantung atau Chiao Thew Hi dalam bahasa Hakka.
Kemunculan Dewi Bulan menjadi salah satu atraksi yang paling mencuri perhatian masyarakat yang memadati kawasan panggung utama. Pertunjukan semakin semarak dengan hadirnya wayang gantung, tarian naga, dan barongsai.
Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan Loku oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama forkopimda dan ketua panitia.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, Singkawang Mooncake Festival tidak sekadar menjadi perayaan budaya, tetapi juga ruang untuk mengenalkan dan merawat tradisi Mooncake kepada masyarakat luas.
“Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan, merawat, dan mengembangkan tradisi budaya Mooncake di tengah masyarakat,” kata Tjhai Chui Mie.
Menurutnya, Pemkot Singkawang mendorong festival tersebut menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif. Pelestarian tradisi dinilai dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata.
“Ketika sebuah tradisi dikemas menjadi sebuah event yang menarik, terbuka, dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas, maka tradisi tersebut memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dikenal oleh generasi muda, wisatawan, dan masyarakat dari luar Kota Singkawang,” ujarnya.
Tjhai Chui Mie juga menekankan agar setiap kegiatan memberi ruang bagi pelaku kreatif untuk berkarya, berpromosi, memperluas pasar, sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi.
Wisatawan diharapkan tidak hanya datang menyaksikan pertunjukan, tetapi juga mengenal budaya dan kuliner Singkawang, membeli produk kreatif lokal, hingga membawa pengalaman tersebut sebagai cerita tentang Kota Singkawang ke daerah asal.
Singkawang Mooncake Festival 2026 menghadirkan beragam agenda, mulai dari kompetisi Chinese Dance, storytelling, pertunjukan musik tradisional, wayang gantung, lomba makan kue bulan, hiburan musik, Moon Cake Run, hingga fashion Hanfu.
Perpaduan tradisi, seni pertunjukan, dan aktivitas kreatif itu menjadi bagian dari upaya Singkawang menghadirkan festival budaya yang terbuka dan atraktif, sekaligus memperkuat daya tarik wisata kota yang dikenal sebagai salah satu kota dengan kekayaan budaya dan keberagaman yang kuat di Kalimantan Barat. (Gun)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....