Kayong Utara Masuk Karhutla Parah, Perlu Perkuat Peran Masyarakat
- 22 Sep 2026 11:10 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kayong Utara – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kayong Utara terus diperkuat dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Penguatan tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Penyuluhan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dan didampingi Bupati Kayong Utara Romi Wijaya, di Balai Praja Kantor Bupati Kayong Utara, Sukadana, Senin, 21 September 2026.
Dikesempatan ini, Gubernur Ria Norsan juga menyerahkan sejumlah bantuan peralatan pemadam kebakaran kepada perwakilan MPA. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan dan mendukung penanganan Karhutla di sejumlah titik di Kecamatan Sukadana.
“Sekarang saatnya kita bersatu untuk menghadapi musibah yang sedang menimpa daerah kita ini. Jangan lagi saling menyalahkan antara satu pihak dengan pihak lainnya. Mari kita tinggalkan budaya saling menuding dan fokus memberikan perhatian penuh bersama seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Gubernur, penanganan Karhutla saat ini telah melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai unsur. Sedikitnya 15.000 personel yang terdiri dari TNI, Polda Kalbar, Kodam XII/Tanjungpura, Manggala Agni, BPBD provinsi maupun kabupaten/kota, masyarakat peduli api, serta berbagai organisasi kemasyarakatan turut bahu-membahu melakukan penanganan.
“Kita patut bersyukur bahwa sampai saat ini tidak kurang dari 15.000 personel gabungan bahu-membahu memadamkan api,” jelasnya.
Gubernur juga menyampaikan dukungan pemadaman dari udara masih menghadapi kendala operasional akibat kondisi jarak pandang di lokasi. Selain itu, bantuan helikopter Chinook dari Jepang direncanakan turut mendukung penanganan Karhutla di Ketapang dan Kayong Utara.
“Dalam waktu dekat, bantuan helikopter Chinook dari Jepang direncanakan akan diberangkatkan dari Pelabuhan Kijing menuju Ketapang untuk membantu pemadaman api di Ketapang dan Kayong Utara,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menyampaikan bahwa Kayong Utara menjadi salah satu daerah dengan tingkat kebakaran yang parah di Kalimantan Barat.
Menurutnya, penanganan Karhutla telah melibatkan TNI, Polri, instansi terkait, relawan, dan masyarakat. Namun, masih terdapat sejumlah titik api yang membutuhkan penguatan penanganan.
Karena itu, Bupati menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla di tingkat desa.
“Peran masyarakat dalam hal ini sangat penting. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami hadirkan Masyarakat Peduli Api atau MPA dari 10 desa,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....