PDAM Jelaskan Aroma Klorin pada Air Bantuan untuk Warga
- 22 Sep 2026 09:17 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak merespons keluhan warga mengenai aroma kaporit pada air bersih yang didistribusikan secara gratis.
- Direktur Pelayanan Muhammad Zulhiyardi menyatakan bahwa air bantuan telah melalui tahapan pengujian sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
- Air bantuan gratis dari Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa merupakan program untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Pontianak.
RRI.CO.ID, Pontianak – Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak menjelaskan keluhan warga terkait aroma seperti kaporit pada air bersih bantuan yang didistribusikan secara gratis kepada masyarakat.
Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak, Muhammad Zulhiyardi, S.P, mengatakan air bantuan tersebut telah melalui tahapan pengujian sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Pengujian dilakukan antara lain terhadap kadar klorida, Total Dissolved Solids (TDS), dan salinitas sesuai parameter yang digunakan dalam pengolahan dan pendistribusian air.
Menurut Zulhiyardi, aroma klorin yang muncul ketika air dipindahkan ke galon atau jeriken berasal dari proses pembubuhan disinfektan dan beberapa zat kimia lainnya.
Pembubuhan disinfektan merupakan bagian dari proses pengolahan air untuk mengendalikan bakteri sebelum air didistribusikan kepada masyarakat.
“Untuk aroma klorin itu berasal dari pembubuhan disinfektan dan beberapa zat kimia lainnya. Itu menjadi bagian dari standar pendistribusian air bersih oleh PDAM,” ujar Zulhiyardi, Selasa, 22 September 2026.
Ia menjelaskan, untuk sementara bantuan air tawar PDAM diperoleh melalui mobil tangki yang kemudian didistribusikan ke booster PDAM.
Air tersebut belum disalurkan melalui jaringan pipa distribusi karena kapasitas pasokan air tawar yang tersedia belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Kota Pontianak.
Karena itu, PDAM mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih bantuan yang diberikan secara gratis agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
“Untuk skala kapasitas di Kota Pontianak, PDAM belum dapat memenuhi semua kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat bisa menghemat dalam memanfaatkan air bersih yang diberikan secara gratis,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....