Hotspot Turun Drastis, Polres Bengkayang Ingatkan Jangan Lengah

  • 14 Sep 2026 20:21 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Bengkayang - Titik panas atau hotspot di Kabupaten Bengkayang turun signifikan, dari 1.324 titik pada Agustus menjadi 42 titik pada September 2026. Penurunan tersebut disampaikan Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab saat memimpin apel pagi di Halaman Mapolres Bengkayang, Senin 14 September 2026.

‎Ia menyebut penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu upaya yang dilakukan jajarannya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

‎Syahirul pun mengapresiasi kinerja personelnya dalam menjaga situasi kamtibmas dan menangani karhutla.

‎"Terima kasih dan apresiasi terkait kinerja rekan-rekan sekalian. Alhamdulillah, situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Bengkayang tetap kondusif," katanya.

‎Menurutnya, kondisi aman dan nyaman tidak datang dengan sendirinya. Situasi tersebut harus diciptakan melalui berbagai upaya, mulai dari kegiatan preemtif, preventif, penegakan hukum hingga pelayanan publik.

‎Syahirul juga menyoroti penanganan karhutla. Ia menyebut penurunan hotspot menjadi salah satu capaian positif dari berbagai langkah yang dilakukan personel Polres Bengkayang dan Polsek jajaran.

‎"Hotspot dari bulan Agustus berada di angka 1.324, kemudian menurun drastis hingga minggu pertama dan kedua September menjadi 42 titik. Turunnya sangat signifikan," ujarnya.

‎Meski demikian, ia meminta personel tidak terlena dengan capaian tersebut. Sebab, kabut asap masih terasa di sejumlah wilayah Bengkayang.

‎"Kita jangan euforia. Kabut asap yang ada di Kabupaten Bengkayang masih dirasa tebal, meskipun tidak sepekat yang ada di kabupaten lainnya," katanya.

‎Ia meminta seluruh personel tetap menjaga kesehatan dengan menggunakan masker saat melaksanakan tugas di lapangan. Personel juga diminta terus mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar rumah, sebagai upaya melindungi diri dari dampak kabut asap.

‎Polres Bengkayang sendiri tetap menjalankan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) sebagai langkah imbangan dalam penanganan karhutla. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi, patroli, pembagian bantuan sosial dan masker, manajemen media hingga penegakan hukum.

‎"Ini tetap kita laksanakan setiap harinya. Saya rasa sampai saat ini sudah semakin banyak masyarakat yang sadar untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Ini wajib kita syukuri," ujar Syahirul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....