Resmi Dideklarasikan, BHN Hadirkan Kontribusi Nyata Bagi Masyarakat Kalbar

  • 09 Sep 2026 13:27 WIB
  •  Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Borneo Harapan Nusantara (BHN) resmi dideklarasikan dengan semangat membangun kebersamaan dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat serta lingkungan menjadi landasan lahirnya Borneo Harapan Nusantara (BHN) di Novotel Pontianak Convention Centre, Rabu, 9 September 2026.
Ketua Umum Borneo Harapan Nusantara, Dr. Drs. Alexius Akim, mengatakan kehadiran BHN tidak sekadar menjadi organisasi baru, tetapi diharapkan menjadi ruang bersama untuk menyatukan berbagai potensi, kepedulian dan gagasan yang dimiliki masyarakat.
"Deklarasi BHN mengusung semangat “Satu Hati, Satu Jiwa, Satu Tujuan”, sebagai pijakan bersama untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang adil, sejahtera, bermartabat, sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan," kata Alexius Akim usai Deklarasi Borneo Harapan Nusantara.
Menurut Alexius, Borneo Harapan Nusantara lahir dari semangat kebersamaan yang ingin menyatukan hati, pikiran dan langkah untuk memberikan sesuatu yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
"BHN muncul di Kalbar sebagai mitra bagi pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Lahirnya BHN ini memiliki 4 nilai landasan yaitu yang pertama, kesetaraan dan keadilan sosial, kedua, partisipasi demokratis, ketiga kemandirian ekonomi rakyat dan keempat persatuan dan solidaritas," ucap Alexius Akim.
Alexius menuturkan, fokus BHN yang pertama itu lingkungan hidup, makanya beberapa waktu lalu ada dua perwakilan BHN, yaitu Sekjen dan Wasekjen BHN yang mendampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau karhutla di Kabupaten Ketapang.
"Fokus kedua yaitu infrastruktur, yang kedepannya akan menjadi satu diantara program utama BHN. Begitu juga dengan pendidikan, hukum yang selama ini kami nilai kurang berpihak kepada masyarakat kecil. Tentunya hal inilah yang akan tetap kami kritisi," tutur Alexius.
Wakil Ketua BHN Kartius menuturkan, tantangan BHN kedepannya ialah bagaimana kesenjangan pembangunan di daerah mendapatkan perhatian dari pemerintah. Dalam hal ini BHN ingin menjadi jembatan permasalahan yang dihadapi masyarakat.
"Pengurus dan anggota BHN ini mayoritas merupakan pensiun PNS yang memiliki pengalaman di dalam pemerintahan. Tentunya dideklarasikannya BHN ini untuk mengumpulkan kemampuan dan memanfaatkan potensi yang dimiliki BHN untuk berkolaborasi, memberikan kontribusi, dan mengkritik konstruktif untuk kepentingan masyarakat dan bangsa ini," ujar Kartius.
Sementara itu, Pengawas BHN Junaedi mengatakan, legalitas BHN sebenarnya sudah lama terbit dan memiliki kekuatan hukum sejak Februari 2025, akan tetapi dalam pelaksanaan deklarasinya baru bisa dilakukan hari ini.
"Harapan saya kepada BHN terus berkarya untuk masyarakat dan negeri, bermitra dengan pemerintah, membantu masyarakat. Dengan pengurus dan anggota yang mayoritas pensiunan PNS ini mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat," ucap Kartius, menjelaskan.
Suasana kegiatan swmakin khidmat, saat Ketua Umum Borneo Harapan Nusantara Alexius Akim memimpin pembacaan komitmen bersama untuk menjadikan BHN sebagai wadah kolaborasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di Kalimantan Barat dan wilayah Nusantara.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....