Kualitas Udara Singkawang Tak Sehat, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

  • 08 Sep 2026 11:05 WIB
  •  Pontianak

RRI CO ID, Singkawang – Warga Kota Singkawang diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kualitas udara di sejumlah wilayah yang masuk kategori tidak sehat. Pemerintah Kota Singkawang mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan tetap menggunakan masker.

Kondisi tersebut diketahui berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Kualitas Udara Kota Singkawang yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Singkawang tertanggal 3 September 2026.

Pemeriksaan menggunakan parameter Particulate Matter (PM2,5) di 10 lokasi yang tersebar pada lima kecamatan. Hasilnya, kualitas udara di lokasi-lokasi tersebut berada dalam kategori tidak sehat.

Kadar PM2,5 tertinggi tercatat di lokasi uji di Jalan Ratu Sepudak, kawasan MTsN Singkawang Utara, yakni mencapai 148,8 µg/m³. Disusul di Jalan Padang Pasir, Saliung, Singkawang Selatan sebesar 138 µg/m³; Jalan Pelita (Kridasana) 121,3 µg/m³; UPT Laboratorium Singkawang Tengah 86,1 µg/m³; serta Taman Cinta Singkawang Timur 82,8 µg/m³.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Singkawang, Emy Hastuti mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dan perlu direspons dengan meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

“Secara umum, nilai ISPU di wilayah Kota Singkawang berada pada kisaran 163 µg/m³ yang masuk dalam kategori tidak sehat. Hampir seluruh parameter uji berada di atas ambang batas Baku Mutu Udara Ambien Nasional berdasarkan PP Nomor 22 Tahun 2021,” kata Emy, Kamis (3/9/2026).

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi udara saat ini. Penggunaan masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan, dinilai penting untuk mengurangi paparan polusi udara.

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan yang tidak diperlukan. Warga juga dianjurkan menutup ventilasi rumah untuk mengurangi masuknya udara luar yang tercemar.

“Kemudian memberikan imbauan agar masyarakat mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan menutup ventilasi rumah,” ujarnya.

Emy menyebut pihaknya akan terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala dan mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk saling peduli serta menjaga kelestarian lingkungan demi tercapainya lingkungan hidup Kota Singkawang yang sehat dan berkelanjutan. (Do)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....