Rasulullah Sangat Mencintai Umatnya, Ini Teladannya

  • 08 Sep 2026 07:37 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kasih sayang Rasulullah SAW kepada umatnya menjadi salah satu teladan penting yang perlu terus diingat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW tidak hanya mencintai para sahabat dan keluarganya, tetapi juga umat yang hidup jauh setelah masa kenabian. Hal tersebut disampaikan Ustadzah Hj. Kartini dalam acara Mutiara Pagi RRI Pro 1 Pontianak, Selasa, 8 September 2026, dengan tema “Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya.”

Ustadzah Kartini mengatakan, kecintaan Rasulullah SAW kepada umatnya begitu besar, bahkan hingga menjelang wafatnya, perhatian beliau tetap tertuju kepada umat.

“Rasulullah itu mencintai kita all out, habis-habisan. Sampai dari masa hidup beliau, sampai ketika wafat pun yang disebut bukan keluarganya, bukan sahabatnya, tapi umatnya,” ujar Ustadzah Kartini.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan besarnya perhatian Rasulullah SAW terhadap keselamatan umat, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Karena itu, umat Islam perlu berupaya mengenal Rasulullah lebih dekat dan membalas kecintaan tersebut dengan mengikuti ajaran serta akhlak beliau. Ia mengajak masyarakat untuk memulai dari hal-hal sederhana, seperti memperbanyak membaca dan bersalawat kepada Rasulullah SAW serta berusaha mengikuti amal dan akhlak yang beliau contohkan.

“Dari hal-hal yang kecil, dari bersalawat, kemudian dari mengikuti amal-amalannya, insyaallah kita sedikit demi sedikit akan mengenal Rasulullah,” katanya.

Ustadzah Kartini menjelaskan, salah satu bentuk kasih sayang Rasulullah SAW yang dapat diteladani adalah cara beliau menghadapi orang-orang yang membenci dan menyakiti dirinya.

Menurutnya, Rasulullah SAW tidak membalas keburukan dengan keburukan. Sebaliknya, beliau tetap menunjukkan kepedulian dan mendoakan kebaikan bagi orang yang menyakitinya. Ia mencontohkan kisah seseorang yang kerap mengganggu Rasulullah SAW dengan melemparkan kotoran. Ketika suatu hari orang tersebut tidak melakukan perbuatan itu, Rasulullah justru mencari tahu keberadaannya.

Setelah mengetahui orang tersebut sedang sakit, Rasulullah SAW datang menjenguk dan mendoakan kesembuhannya.

“Beliau tidak membalas perlakuan keji itu. Ketika orang yang biasa melempari kotoran itu sakit, Rasulullah datang mengunjungi dan mendoakan supaya penyakitnya diangkat oleh Allah dan sembuh kembali,” jelasnya.

Kisah tersebut, lanjutnya, menggambarkan betapa kuatnya akhlak Rasulullah SAW dalam menghadapi kebencian dan perlakuan buruk. Ustadzah Kartini menegaskan, menerapkan akhlak mulia dalam kehidupan tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan latihan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam Islam itu perilaku tidak bisa instan, tapi harus dilatih. Dan dengan dilatih, insyaallah Allah menuntun kita kepada kebaikan,” tuturnya.

Ia menambahkan, rasa tanggung jawab Rasulullah SAW terhadap umat merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang luar biasa. Bahkan, umat yang belum pernah bertemu dengan beliau pun tetap menjadi bagian dari perhatian Rasulullah SAW. Karena itu, umat Islam masa kini diajak untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan, terutama dalam membangun akhlak, kepedulian, kasih sayang, dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.

“Yang besar ada karena ada yang kecil. Karena itu, kalau beliau merasa sebagai utusan dan bertanggung jawab, beliau ingin umatnya bersama beliau di yaumil akhir, dan seperti apa kita membalas kasih sayang Rasulullah, mari kita banyak shalawat, dan kita mengenal Sejarah Rasulullah dan meneladani segala Akhlaknya,” pungkasnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....