14 Sumur Bor Polres Landak Jadi Sumber Air Warga dan Dukung Penanganan Karhutla
- 07 Sep 2026 14:32 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Landak - Polres Landak bersama jajaran memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membangun sejumlah sumur bor di berbagai wilayah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Hingga saat ini, sebanyak 14 sumur bor aktif telah dibangun dan seluruhnya sudah mengeluarkan air. Selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sumur-sumur tersebut disiapkan sebagai sumber air alternatif untuk mendukung penanganan karhutla di sekitar lokasi.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, mengatakan pembangunan sumur bor merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, terutama menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla.
“Pembangunan sumur bor ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Selain dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan warga, keberadaan sumber air ini juga menjadi bagian dari upaya kita dalam menghadapi dan menangani kebakaran hutan dan lahan,” ujar Devi, Senin, 7 September 2026.
Ia menjelaskan, ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan karhutla. Dengan adanya sumur bor di sejumlah wilayah, masyarakat dan petugas diharapkan memiliki akses terhadap sumber air yang lebih dekat saat dibutuhkan.
Devi juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah karhutla, khususnya dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. “Sinergi dengan masyarakat sangat penting. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Belasan sumur bor tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Landak, mulai dari Ngabang hingga Mandor. Lokasinya meliputi:
1. KM 14 Plasma 2, Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang.
2. Desa Jelimpo, Kecamatan Jelimpo.
3. Desa Lamoanak, Kecamatan Menjalin.
4. Desa Meranti, Kecamatan Meranti.
5. Desa Mentonyek, Kecamatan Mempawah Hulu.
6. Desa Sompak, Kecamatan Sompak.
7. Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu.
8. Desa Songga, Kecamatan Menyuke.
9. Dusun Enggabu, Desa Permit, Kecamatan Kuala Behe.
10. Desa Sebangki, Kecamatan Sebangki.
11. Desa Semuntik, Kecamatan Air Besar.
12. Desa Sepangah, Kecamatan Air Besar.
13. Desa Sebatik, Kecamatan Sengah Temila.
14. Desa Bebatung, Kecamatan Mandor.
Devi menegaskan, pembangunan sumur bor tidak semata-mata ditujukan untuk mendukung penanganan karhutla. Fasilitas tersebut juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air.
“Harapan kami, sumur bor yang telah dibangun ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air dan sebagai sumber air alternatif ketika terjadi karhutla,” ucapnya.
Polres Landak juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.
Baca juga: Warga Krisis Air Bersih, Polsek Sungai Kunyit Distribusikan 24 Ton Air
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....