Jembatan Kapuas 1 Lenyap Ditelan Pekatnya Kabut Asap
- 02 Sep 2026 08:55 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Jembatan Kapuas 1 Pontianak tenggelam dalam kabut asap tebal pada pagi hari Rabu, 2 September 2026, dengan jarak pandang sangat terbatas.
- Jembatan yang dibangun pada tahun 1980 di era Presiden Soeharto ini mengalami perubahan drastis dalam kondisi lalu lintas dengan kendaraan yang menyalakan lampu utama di pagi hari.
- Kabut asap yang pekat menciptakan suasana mencekam dan mengganggu aktivitas normal termasuk hilangnya kehadiran burung-burung serta meningkatnya suara klakson kendaraan.
RRI.CO.ID, Pontianak - Pagi itu, Rabu, 2 September 2026, jarum jam baru menunjukkan pukul 07.00 WIB. Jembatan Kapuas 1 Pontianak, yang biasanya megah membelah sungai terpanjang di Indonesia, nyaris tak terlihat. Jembatan yang dibangun pada tahun 1980 di era Presiden Soeharto itu tenggelam dalam kabut asap yang pekat. Jarak pandang sangat terbatas, mengubah lalu lintas pagi menjadi tarian samar kendaraan yang menyalakan lampu utamanya.
Suasana ini terasa mencekam. Burung-burung tak terlihat berterbangan, hanya deru mesin kendaraan dan klakson yang sesekali memecah keheningan. Asap yang menyesakkan ini tak pandang bulu, melahap segalanya.
Di tepian Sungai Kapuas 1, keluhan warga kian mengemuka. Wajah menggambarkan kepenatan yang mendalam, disaat merawat anak-anaknya yang jatuh sakit akibat kabut asap.
“Susah napas, dada sesak terus. Anak-anak juga batuk-batuk, sampai matanya merah,” ujar Ibu Sari, warga yang tinggal tak jauh dari jembatan.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, yang memicu kabut asap ini, bukan hanya merugikan kesehatan, tapi juga mematikan roda perekonomian. Aktivitas sehari-hari terganggu, dan ketakutan akan dampak jangka panjang kian menggerogoti warga. Pertanyaan yang terus mengemuka adalah, sampai kapan bencana ini akan berakhir? Dan bagaimana upaya yang nyata untuk mencegahnya kembali terjadi?
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....