Polres Kubu Raya Perkuat Operasi Hadapi Ancaman Karhutla

  • 27 Agt 2026 16:50 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Polres Kubu Raya memperkuat penanganan karhutla dengan mengerahkan 166 personel melalui Operasi Aman Nusa Dua. Kekuatan tersebut terdiri atas 100 personel Polres Kubu Raya dan Polsek jajaran, 60 personel BKO Korps Brimob dari Mako Brimob Pelopor dan Brimob Polda Bali, serta enam siswa STIK.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia memimpin apel gelar pasukan Operasi Aman Nusa Dua di halaman Mapolres Kubu Raya, Kamis, 27 Agustus 2026 pagi.

Rensa mengatakan tambahan personel menjadi kekuatan penting untuk mempercepat respons ketika titik api terdeteksi di wilayah Kabupaten Kubu Raya.

“Selain menerjunkan 100 personel, Polres Kubu Raya juga mendapatkan penambahan kekuatan sebanyak 60 personel BKO Korps Brimob dari Mako Brimob Pelopor dan Brimob Polda Bali serta enam personel siswa STIK,” kata Rensa.

Menurutnya, kecepatan respons menjadi kunci agar api dapat segera dikendalikan sebelum membesar dan merambat ke wilayah lainnya.

“Fokus kami adalah bagaimana setiap titik api bisa segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. Setiap perkembangan di lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan ke mana personel harus digerakkan,” ujarnya.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia memimpin apel gelar pasukan Operasi Aman Nusa Dua di halaman Mapolres Kubu Raya, Kamis (27/8/2026) pagi (Foto : Polres Kubu Raya).

Operasi Aman Nusa Dua tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memperkuat pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla.

Enam siswa STIK turut membantu memberikan edukasi mengenai dampak karhutla dan konsekuensi hukum bagi pihak yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Penanganan karhutla juga diperkuat melalui koordinasi bersama TNI, BPBD, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, instansi terkait, dan relawan pemadam kebakaran.

Rensa menegaskan sinergi lintas instansi diperlukan karena penanganan karhutla menghadapi tantangan medan, keterbatasan sumber air, cuaca panas, hingga potensi munculnya titik api baru.

Di tengah penanganan karhutla, Rensa mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena kualitas udara Kabupaten Kubu Raya disebut berada dalam kondisi berbahaya.

“Saat ini kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya masuk kategori berbahaya. Dengan kondisi ini, kami mengharapkan masyarakat jika tidak ada keperluan tetap berada di rumah,” katanya.

Rensa meminta warga yang harus beraktivitas di luar rumah menggunakan masker untuk mengurangi risiko ISPA dan gangguan paru-paru akibat paparan asap karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....