Literasi dan Kepenulisan Jadi Bekal Generasi Muda di Era Konten Singkat
- 27 Agt 2026 12:04 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Perkembangan media sosial dan maraknya konten video berdurasi singkat menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga minat baca dan budaya literasi generasi muda. Di tengah kondisi tersebut, kemampuan membaca dan menulis tetap dinilai penting sebagai bekal untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menyampaikan gagasan.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Dialog Ngobrolin Prestasi dan Informasi (NGOPI) RRI Pro 2 Pontianak bertajuk “Literasi dan Kepenulisan bagi Generasi Muda”, Kamis, 20 Agustus 2026. Dialog yang berlangsung di Studio Pro 2 RRI Pontianak tersebut menghadirkan dua penulis muda sekaligus pengajar asal Kalimantan Barat, Arjun Wahyudi dan Hera.
Arjun Wahyudi yang merupakan Guru IPS SMP IT Al-Mumtaz Pontianak menceritakan, ketertarikannya terhadap dunia kepenulisan mulai diasah sejak 2021. Minat tersebut semakin berkembang setelah dirinya meraih predikat tiga terbaik dalam lomba cipta puisi.
Kegemarannya membaca karya penulis Habiburrahman El Shirazy turut menjadi salah satu inspirasi Arjun dalam mengembangkan kemampuan menulis. Saat ini, ia aktif menulis karya fiksi dan telah menjadi penulis berkontrak di salah satu platform penulisan digital.
Sementara itu, Hera, Guru SMP Islam Bawari Pontianak, mengaku telah menyukai dunia tulis-menulis sejak duduk di bangku SMP. Ia mengawali hobinya dengan menulis cerita fiksi remaja di buku harian hingga kemudian mengembangkan karyanya melalui sejumlah platform digital, seperti NovelToon, Wattpad, dan Instagram.
Menurut Arjun, membaca menjadi salah satu fondasi penting bagi seseorang yang ingin mengembangkan kemampuan menulis. Dengan banyak membaca, seseorang dapat mempelajari struktur sekaligus mengenali kualitas sebuah tulisan.
“Tidak ada penulis yang tidak suka membaca. Semakin banyak kita membaca, semakin kita tahu mana tulisan yang bagus. Tulis aja dulu, revisinya belakangan agar proses menulis tidak terhenti di tengah jalan,” ujar Arjun.
Selain memperbanyak membaca, Arjun mendorong calon penulis untuk tidak terlalu ragu ketika menuangkan ide. Menurutnya, gagasan sebaiknya ditulis terlebih dahulu hingga selesai, kemudian proses koreksi dan revisi dilakukan setelah tulisan rampung.
Sementara Hera mengingatkan, karya yang dihasilkan generasi muda sebaiknya tidak hanya berorientasi pada publikasi, tetapi juga memiliki nilai dan manfaat bagi pembacanya. Menurutnya, cerita dapat dikolaborasikan dengan pengetahuan sehingga menghasilkan karya yang menghibur sekaligus memberikan makna.
“Biasakan menulis itu jangan cuma nulis doang, tapi berikan manfaat. Kita bisa mengolaborasikan cerita dan pengetahuan agar melahirkan karya yang tidak cuma bisa dibaca, tapi juga memberikan makna bagi pembacanya,” jelas Hera.
Melalui diskusi tersebut, Arjun dan Hera mengajak generasi muda untuk tetap membangun kebiasaan membaca dan menulis di tengah dominasi konten digital. Literasi tidak hanya menjadi kemampuan memahami informasi, tetapi juga menjadi ruang bagi anak muda untuk menuangkan ide, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....