Polres Bengkayang akan Bangun Puluhan Sumur Bor Percepat Penanganan Karhutla

  • 27 Agt 2026 08:23 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Bengkayang - Upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Dalam sosialisasi penanganan karhutla dari Mabes TNI, Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan, salah satu persoalan yang dialami adalah keterbatasan sumber air saat proses pemadaman.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia mengaku telah memerintahkan jajaran Polsek untuk memetakan lokasi yang membutuhkan sumber air.

“Kapolsek jajaran sudah kita perintahkan untuk memetakan lokasi yang membutuhkan sumur bor. Saat ini ada 29 titik yang direncanakan untuk pembangunan dan sudah dilaporkan kepada Polda Kalbar,” kata Syahirul, Rabu 26 Agustus 2026.

Selain sumur bor, Polres Bengkayang juga akan menyiapkan hidran dan mesin pompa air di lokasi-lokasi yang dinilai rawan karhutla. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dan petugas ketika menghadapi kebakaran, terutama di wilayah yang sulit mendapatkan sumber air.

Syahirul menjelaskan, Kabupaten Bengkayang memiliki lahan gambut yang cukup luas. Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat sekitar 39.583,04 hektare lahan gambut yang tersebar di enam kecamatan dengan ketebalan antara 50 hingga 200 sentimeter.

Lahan gambut terluas berada di Kecamatan Jagoi Babang dengan 14.160,60 hektare, Sungai Raya Kepulauan 9.027,67 hektare, dan Seluas 6.904,78 hektare. Kondisi tersebut, kata dia, membutuhkan perhatian serius, terutama dalam upaya deteksi dini dan pencegahan agar kebakaran tidak meluas.

Untuk menghadapi potensi karhutla, Polres Bengkayang telah menyiapkan berbagai sarana dan strategi penanganan. Melalui Satlak Damkarhutla, sejumlah peralatan telah disiapkan, mulai dari kendaraan roda dua dan roda empat, mobil water cannon, mesin pompa, selang pemadam, APAR, perlengkapan keselamatan personel, alat komunikasi, GPS, drone, hingga genset.

Selain itu, wilayah penanganan karhutla juga dibagi dalam tiga rayonisasi berdasarkan jarak dan akses dari Polres Bengkayang.

“Dengan rayonisasi ini, kita ingin mempercepat respons apabila terjadi kebakaran. Karena jarak menuju beberapa wilayah cukup jauh, kesiapsiagaan dan kecepatan menjadi sangat penting,” ucapnya.

Polres Bengkayang juga memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat, kampanye publik, pembentukan desa tanggap bencana, patroli terpadu di darat dan udara menggunakan drone, hingga pembentukan posko tanggap darurat di wilayah rayonisasi. Dalam penanganan karhutla, Polres Bengkayang juga mendapat dukungan 30 personel BKO Brimob Mabes Polri yang ditempatkan di tiga rayon.

Baca juga: Polda Kalbar Ungkap 7 Kasus Karhutla dalam Dua Hari

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....