Pangdam XII/Tpr Bekali 88 Personel Cegah Karhutla Kalbar

  • 26 Agt 2026 16:15 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito membekali 88 personel untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan Barat (Kalbar). Pembekalan kepada personel Satgas Karhutla Provinsi Kalbar tersebut berlangsung di Aula Asrama Haji Pontianak, Selasa, 25 Agustus 2026.

Langkah preventif ini dilakukan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat agar berkebun dengan aman serta mencegah pembakaran lahan yang berpotensi memicu karhutla. Sebanyak 88 personel gabungan yang terdiri atas Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) TNI dikerahkan secara khusus untuk menjalankan tiga misi utama.

Ketiga misi tersebut meliputi penguatan edukasi kepada warga, tanggap deteksi dini atau Early Fire Response, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko pembakaran lahan. Di tengah penetapan status siaga darurat Karhutla di Kalbar, Pangdam XII/Tpr menegaskan pendekatan persuasif dan edukatif harus menjadi garda terdepan sebelum penindakan.

“Penyelesaian Karhutla tidak bisa lagi hanya berfokus pada pemadaman saat api sudah membesar. Peran para penyuluh ini sangat penting di tingkat bawah untuk mengubah mindset masyarakat,” kata Novi.

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito membekali 88 personel untuk memperkuat pencegahan Karhutla Kalimantan Barat, di di Aula Asrama Haji Pontianak, Selasa, 25 Agustus 2026 (Foto : Pendam XII/Tpr)

Menurutnya, kehadiran personel di lapangan bukan sekadar memberikan larangan, tetapi juga menawarkan pemahaman dan alternatif kepada masyarakat dalam membuka lahan. “Kita hadir bukan sekadar melarang, tetapi memberikan pemahaman dan alternatif jalan keluar agar tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara dibakar,” ujarnya.

Pangdam menilai edukasi langsung kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran bersama mengenai dampak pembakaran lahan terhadap keselamatan dan lingkungan. Selain edukasi, Novi menekankan pentingnya kemampuan personel dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini dan menyampaikan informasi secara cepat kepada pihak terkait.

“Setiap perwira yang ditugaskan harus menjadi penyambung informasi yang mudah dipahami. Jika ada potensi api, deteksi dini dan tindakan cepat adalah kuncinya,” ucapnya.

Ia mengingatkan pembakaran lahan yang memberikan keuntungan pribadi dalam jangka pendek dapat menimbulkan kerugian lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan. “Pembakaran lahan menguntungkan pribadi namun merugikan keselamatan umum dan merusak ekosistem,” ujar Novi.

Melalui penyiapan Satgas Penyuluh tersebut, Kodam XII/Tanjungpura berharap sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat dalam menghadapi ancaman karhutla. Kodam XII/Tanjungpura optimistis upaya preventif melalui penyuluhan, deteksi dini, dan respons cepat mampu menekan potensi karhutla serta bencana asap di Kalbar pada musim kemarau tahun ini.

Baca juga: Tiga Minggu Hadapi Karhutla, Kemenhut Perkuat Manggala Agni

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....