Karhutla Ancam Habitat, Empat Orangutan Dievakuasi di Ketapang
- 23 Agt 2026 15:43 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Ketapang - Tim gabungan yang terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) serta masyarakat setempat, melakukan penyelamatan dan evakuasi terhadap empat individu orangutan dalam dua operasi terpisah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sepanjang bulan Agustus 2026.
Evakuasi ini merupakan respons cepat dan langkah krusial untuk menyelamatkan satwa dilindungi dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) yang terus meluas dan merusak habitat mereka.
Pada evakuasi terbaru yang berlangsung pada hari Jumat, 21 Agustus 2026, tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Kalbar, YIARI dan TNGP berhasil mengevakuasi tiga individu orangutan yang terisolasi di kebun milik warga di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan.
Ketiga orangutan tersebut terdiri dari satu induk betina dewasa usia 18 tahun, satu anak jantan usia lebih kurang 8-10 bulan, dan satu remaja betina usia lebih kurang 8 tahun. Kawasan hutan yang selama ini menjadi habitat mereka terdampak kebakaran hutan dan lahan, sehingga orangutan-orangutan tersebut terdorong keluar dan memasuki perkebunan yang berdekatan dengan permukiman warga untuk berlindung.
Proses penyelamatan di Desa Tanjung Pura dimulai sejak pukul 05.00 WIB. Pembiusan terhadap induk betina beserta anak berhasil dilakukan pada pukul 11.15 WIB, disusul oleh remaja betina pada pukul 15.10 WIB.
Setelah diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan YIARI, ketiganya dinyatakan sehat dan masih memiliki sifat liar yang baik, sehingga layak untuk langsung dilepasliarkan. Pada pukul 20.30 WIB di hari yang sama, setelah menempuh jalur sungai dari dermaga Batu Barat, ketiga orangutan tersebut berhasil dilepasliarkan kembali ke habitat yang lebih aman di kawasan Taman Nasional Gunung Palung.
Sebelumnya, pada tanggal 6 Agustus 2026, BKSDA Kalbar Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang, bersama YIARI dan PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (Mopakha) juga berhasil mengevakuasi satu individu orangutan jantan di Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara. Orangutan pertama kali dijumpai di perkebunan buah milik warga pada bulan Juli 2026.
Menurut Morsali, salah satu warga setempat, konflik satwa dan kebakaran sering berulang sejak pembukaan lahan dilakukan di sekitar wilayah mereka pada musim kemarau, yang memaksa orangutan mencari makan dan tempat berlindung akibat hilangnya habitat. Orangutan selanjutnya ditranslokasi ke area sekitar yang tutupan lahannya masih cukup baik di area HCV PT Mopakha.
Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane, menekankan perlunya komitmen semua pihak untuk menjaga keutuhan kawasan hutan dan wilayah lain yg bernilai konservasi tinggi dengan mencegah terhadinya kebakaran hutan dan lahan sehingga dapat mendukung kehidupan manusia dan satwa liar.
Baca juga: Ketua DPRD Kalbar Ungkap Perda Pembukaan Lahan untuk Lindungi Masyarakat
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....