94 Titik Api Terdeteksi, Petugas Perkuat Penanganan Karhutla

  • 21 Agt 2026 17:05 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menguji kesiapsiagaan petugas di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat,21 Agustus 2026. Sebanyak 94 titik api terdeteksi di empat kecamatan Kubu Raya, memaksa tim gabungan memperkuat pemadaman dan penyekatan kebakaran.

Titik api tersebut terdeteksi melalui aplikasi Lancangkuning.net dan tersebar di Kecamatan Sungai Raya, Sungai Ambawang, Rasau Jaya, serta Kuala Mandor B. Kecamatan Sungai Raya menjadi wilayah dengan titik api terbanyak, disusul Sungai Ambawang. Kondisi ini mendapat perhatian karena Bandara Internasional Supadio berada di wilayah Sungai Raya.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, petugas menangani Karhutla di sejumlah lokasi secara bersamaan. “Petugas menangani sedikitnya 94 titik kebakaran yang tersebar di Kecamatan Sungai Raya, Sungai Ambawang, Rasau Jaya dan Kuala Mandor B,” kata Aiptu Ade.

Tim gabungan dan Kepolisian menyisir dan memadamkan titik sejumlah tersebar di Kecamatan Sungai Raya, Sungai Ambawang, Rasau Jaya, serta Kuala Mandor B, Jumat, 21 Agustus 2026. (Foto: Polres Kubu Raya)

Ia mengatakan, sejumlah lokasi masih mengeluarkan kepulan asap meski proses pemadaman telah dilakukan. Petugas kemudian melanjutkan penyekatan dan pembasahan untuk mencegah api kembali menyala.

“Di beberapa lokasi masih terlihat kepulan asap setelah proses pemadaman. Petugas terus melakukan pendinginan untuk memastikan api dan bara benar-benar padam,” ujarnya.

Menurut Aiptu Ade, keterbatasan sumber air dan jarak lokasi kebakaran menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Cuaca panas dan angin kencang juga membuat api lebih mudah bergerak.

“Beberapa lokasi cukup sulit dijangkau. Sumber air juga jauh, sehingga petugas harus bekerja ekstra melakukan pembasahan,” ucapnya.

Tantangan semakin berat karena sebagian titik berada di lahan gambut dengan semak belukar kering. Petugas harus memastikan bara di bawah permukaan tanah tidak kembali memicu kebakaran.

“Karakter lahan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan berulang. Lahan perlu terus disiram dan didinginkan sampai benar-benar aman,” katanya.

Keterbatasan peralatan, termasuk panjang selang, turut memengaruhi proses pemadaman. Petugas harus menyesuaikan posisi mesin dengan kondisi medan agar penyemprotan tetap efektif.

Tim gabungan kini memusatkan penanganan pada wilayah dengan konsentrasi titik api tinggi, terutama Sungai Raya dan Sungai Ambawang, melalui pemadaman serta penyekatan. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjibaku melakukan pemadaman, pembasahan, dan pendinginan untuk mencegah api meluas ke lahan lain maupun mendekati permukiman warga.

Baca juga: Kapolda Kalbar Perkuat Kolaborasi Tangani Karhutla

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....