Kapolda Kalbar Perkuat Kolaborasi Tangani Karhutla
- 19 Agt 2026 15:02 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat membutuhkan kolaborasi seluruh pihak melalui pencegahan dini, edukasi masyarakat, serta penegakan hukum terukur dan profesional. Hal tersebut disampaikan Kapolda Kalbar Irjen. Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar saat dialog Silaturahmi dan Ngopi Bareng Mitra Strategis Perkumpulan Merah Putih (PMP) Kalimantan Barat di Rumah Adat Melayu Pontianak pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kapolda Kalbar menegaskan, pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh kepolisian sendiri, tetapi membutuhkan sinergi lintas sektor.
“Penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri. Kita harus membangun kolaborasi dan sinergi lintas sektor, karena pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah api membesar,” ujar Kapolda Kalbar.
Menurutnya, kolaborasi perlu melibatkan Forkopimda, TNI, unsur kebencanaan, relawan, hingga masyarakat. Pendekatan humanis juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat.
“Kita mulai dari keluarga, dari lingkungan terkecil. Masyarakat harus diberikan pemahaman sejak dini mengenai bahaya Karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan maupun kehidupan sosial,” katanya.
Kapolda mengatakan, edukasi dan sosialisasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami risiko pembakaran lahan serta dampaknya terhadap lingkungan. Selain pencegahan, kepolisian tetap mengedepankan penegakan hukum terhadap pelaku Karhutla. Tindakan dilakukan secara terukur dan profesional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
“Penegakan hukum tetap kita lakukan secara terukur dan profesional. Tujuannya memberikan efek jera, tetapi tetap memperhatikan kondisi masyarakat, kearifan lokal dan karakteristik geografis Kalimantan Barat,” jelasnya.
Menurut Kapolda, pendekatan tersebut penting agar penanganan Karhutla tetap memberikan kepastian hukum tanpa mengabaikan kondisi sosial dan kearifan lokal masyarakat. Ia berharap sinergi bersama PMP Kalimantan Barat dapat memperkuat komunikasi antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat dalam mencegah Karhutla.
“Semua harus bergerak bersama. Pemerintah, TNI, Polri, relawan dan masyarakat memiliki peran masing-masing. Kalau sinerginya kuat, potensi Karhutla dapat kita tekan,” tegas Kapolda.
Dialog tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara aparat, pemerintah, masyarakat dan mitra strategis dalam menjaga Kalimantan Barat dari ancaman Karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....