Pesantren Al-Faqih Bangun Ekosistem Bisnis Berbasis Umat

  • 14 Agt 2026 17:14 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Pesantren di Kubu Raya mulai didorong memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha yang memberi manfaat bagi umat dan masyarakat. Gagasan tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Grand Opening Al-Faqih Business Center di Jalan Mayor Alianyang, Dusun Sela, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat, 14 Agustus 2026.

Pusat bisnis yang dikelola PT Al-Faqih Sejahtera Abadi tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem bisnis berbasis pesantren yang digagas komunitas Pondok Pesantren Al-Faqihil Muqoddam. CEO PT Al-Faqih Sejahtera Abadi, Habib Thoha Bin Husein Al-Jufri, mengatakan pusat bisnis tersebut diharapkan menjadi sumber pembiayaan mandiri bagi pesantren, sehingga kebutuhan operasional tidak selalu bergantung pada bantuan.

“Pesantren harus mulai memiliki kemandirian usaha. Bukan berarti meninggalkan dakwah dan pendidikan, tetapi justru membangun kekuatan ekonomi agar kegiatan pesantren dapat terus berjalan dan berkembang,” ujar Habib Thoha.

Menurutnya, pengembangan usaha juga membuka ruang kolaborasi dengan pemilik biro perjalanan, tour leader, alumni, dan pimpinan pesantren untuk memperluas layanan perjalanan ibadah umrah dan haji.

Direktur PT Al-Faqih Sejahtera Abadi, H. Fatturahman, menegaskan bisnis yang dikembangkan tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi membangun ekosistem ekonomi yang memperkuat pesantren. “Yang kami bangun bukan hanya bisnis yang mengejar profit, tetapi ekosistem yang dapat membuat pondok pesantren menjadi lebih sejahtera, aman dan jaya,” ujarnya.

Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto (batik hitam) bersama Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni, CEO PT Al-Faqih Sejahtera Abadi Habib Thoha Bin Husein Al-Jufri, dan pengurus Ponpes Al-Faqihil Muqoddam, Jumat (14/8/2026). (Foto: Polres Kubu Raya)

Dukungan terhadap pengembangan ekonomi pesantren disampaikan Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto. Ia mendorong pesantren memiliki unit usaha yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pelaku UMKM lokal.

Sukiryanto mengatakan Kubu Raya memiliki sekitar 39 ribu UMKM dan sekitar 138 pondok pesantren yang dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikembangkan secara bersama. “Kalau pesantren bersatu membuat gudang bersama, daya belinya akan lebih besar dan harga bisa lebih kompetitif,” katanya.

Bupati Kubu Raya Sujiwo menyambut positif kehadiran Al-Faqih Business Center. Menurutnya, pesantren memiliki peluang besar untuk berkembang tidak hanya dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga melalui sektor usaha.

“Kami mengapresiasi peresmian Al-Faqih Business Center. Ini merupakan langkah yang baik karena pesantren tidak hanya bergerak dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga mulai membangun kemandirian ekonomi,” kata Sujiwo.

Sementara itu, Wakapolres Kubu Raya Kompol Andri Syahroni yang mewakili Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia mengatakan kepolisian mendukung kegiatan ekonomi berbasis pesantren sepanjang dikelola secara profesional dan bertanggung jawab. Ia menegaskan pertumbuhan ekonomi perlu berjalan seiring dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Peluncuran Al-Faqih Business Center diharapkan menjadi langkah awal perubahan paradigma pesantren menuju lembaga yang mampu membangun sumber pendapatan produktif. Melalui kolaborasi pesantren, pemerintah, pelaku usaha, alumni, dan masyarakat, kemandirian ekonomi diharapkan semakin kuat dan memberi manfaat yang lebih luas bagi umat.

Baca juga: Dari Surau Kayu, Masjid Jami' Al-Mujahidin Kini Makin Megah

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....