Kemarau Panjang Ubah Kualitas Air Warga Kubu Raya

  • 13 Agt 2026 17:20 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya – Musim kemarau berkepanjangan mulai memengaruhi ketersediaan dan kualitas air bersih warga di sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Warga yang mengandalkan air hujan maupun air sungai kini harus menggunakan sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di Desa Rasau Jaya, warga merasakan perubahan kualitas air sungai yang selama ini digunakan untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sanitasi. Warga setempat, Darul Ma’arif mengatakan, kemarau panjang membuat air sungai yang sebelumnya tawar kini mulai terasa payau.

“Untuk keperluan mencuci, mandi dan kakus, kami sangat bergantung pada air sungai. Sekarang karena kemarau berkepanjangan, air yang awalnya tawar menjadi sedikit payau,” ujar Darul kepada RRI, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Darul, perubahan kualitas air tersebut cukup mengganggu aktivitas warga karena air sungai menjadi salah satu sumber utama kebutuhan rumah tangga. Kondisi ini semakin dirasakan ketika persediaan air bersih semakin terbatas selama kemarau.

Sementara itu, kondisi berbeda dialami Ifan, warga Jalan Karya Parit Haruna, Desa Pal 9, Kecamatan Sungai Kakap. Ia mengatakan persediaan air hujan kini sudah tidak tersedia, sehingga kebutuhan air untuk minum dipenuhi dengan membeli air galon.

Ifan menjelaskan, untuk kebutuhan konsumsi ia memesan sekitar tiga galon yang digunakan selama kurang lebih lima hari. Sedangkan untuk mandi dan mencuci, ia masih memanfaatkan air sumur bor.

Kondisi tersebut membuat warga harus menyesuaikan pola penggunaan air selama musim kemarau. Air dengan kualitas yang lebih baik diprioritaskan untuk kebutuhan konsumsi, sementara sumber air lain dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

Selain persoalan air bersih, Darul menyebut warga Rasau Jaya juga terdampak asap dan kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, sebaran asap dan karhutla di sekitar wilayah tersebut turut mengganggu aktivitas masyarakat.

“Untuk kebakaran hutan dan lahan juga sangat mengganggu bagi kami. Asap dan kebakaran sudah menyebar luas, terutama di daerah kami di Rasau Jaya,” katanya.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya ketersediaan air, tetapi juga perubahan kualitas sumber air yang masih diandalkan masyarakat. Warga berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian, terutama apabila kemarau berlangsung lebih panjang.

Baca juga: Hadapi Lonjakan ISPA saat Kabut Asap, Pemkot Standby Oksigen Gratis

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....